Revolusi Agustus telah sukses di seluruh negeri, dan dalam perjalanannya dari Tan Trao, Tuyen Quang ke Hanoi, Presiden Ho Chi Minh memerintahkan agar segera mendirikan sebuah stasiun radio nasional. Pada pagi hari tanggal 22 Agustus 1945, di nomor 4 jalan Dinh Le, Kota Hanoi, bapak Xuan Thuy (1912–1985), saat itu adalah anggota Komite Rakyat Revolusioner Sementara Vietnam Utara, mengadakan satu rapat untuk menyampaikan arahan dari Presiden Ho Chi Minh. Bapak Tran Lam, seorang kader propaganda, ditugaskan untuk mendirikan stasiun radio tersebut. Pada tanggal 5 September 1945, di kantor redaksi di nomor 4 jalan Dinh Le, rapat yang dipimpin oleh bapak Tran Lam memutuskan untuk menamai stasiun radio nasional tersebut sebagai Radio Suara Vietnam (VOV). Wartawan Tran Duc Nuoi, mantan Kepala Bagian Sekretariat dan Redaksi, Radio Suara Vietnam, mengatakan:
“Rapat itu berlangsung pada waktu sangat singkat, namun meninggalkan nilai sejarah hingga hari ini. Inilah tempat berdirinya kantor pertama dari Radio Suara Vietnam. Tahun 1945 merupakan masa awal yang penuh kesulitan bagi Radio Suara Vietnam, ketika belum ada seorang pun yang benar-benar tahu cara menjalankan siaran radio. Presiden Ho Chi Minh adalah seorang jurnalis luar biasa, pendiri pers revolusioner Vietnam, dan beliau juga adalah pendiri Stasiun Radio Nasional”.
"Lahir pada tahun 1945" – serial Podcast khusus yang sedang disiarkan di kanal VOV1, VOV2, VOVGT dan platform digital milik Radio Suara Vietnam dari tanggal 18 Agustus hingga 7 September 2025. (Sumber: VOV2) |
Dalam waktu 10 hari, bapak Tran Lam berhasil mengumpulkan hampir 20 orang pegawai negeri dan intelektual yang berpendidikan untuk bergabung dalam tim penyunting program siaran. Perangkat-perangkat pemancar sinyal morse milik Stasiun pemancar radio Bach Mai di nomor 128C Jalan Đại La telah dimodifikasi oleh para insinyur menjadi dua pemancar radio. Sebuah ruangan yang seluas 30 meter persegi di nomor 4 jalan Pham Ngu Lao diubah menjadi studio siaran.
“Saat itu, bapak Le Quang Lan bertanggung jawab atas studio... Dia menggunakan selimut untuk mengelilingi ruangan agar kedap suara. Namun pada waktu itu, hanya ada satu mikro - mikro tersebut yang sangat besar dan kakinya tidak kokoh, sehingga mudah bergoyang. Ketika semuanya masih belum siap, bapak Le Quang Lan melaporkan kepada bapak Tran Lam bahwa pada tanggal 5 hingga 6 belum bisa melakukan siaran, dan akan berusaha keras agar bisa mengudara pada tanggal 7 September”.
Pada saat itu, bapak Tran Lam berdiskusi dengan dua penyiar, yaitu bapak Nguyen Van Nhat dan Ibu Duong Thi Ngan tentang cara membacakan naskah dengan kuat, jelas, dan penuh kebanggaan, guna menyatakan kepada dunia bahwa Vietnam adalah negara berdaulat, memiliki suara di peta bahasa umat manusia. Ibu Ngan membaca terlebih dahulu, diikuti oleh Pak Nhat, dan keduanya memiliki suara yang sangat tinggi. Selain kata pembukaan, lagu pengenal juga dipilih dengan sangat cermat sebelum siaran berita pertama resmi disiarkan. Pada awalnya, terdapat banyak usulan, ada yang mengusulkan memilih lagu “Tiến Quân Ca” (lagu kebangsaan Vietnam), ada pula yang ingin menggunakan lagu “Du Kích” (Pasukan Gerilya). Namun akhirnya, lagu “Diệt Phát Xít” (Membasmi fasisme) karya musisi Nguyen Dinh Thi, dengan irama cepat dan penuh semangat, telah dipilih sebagai lagu pengenal resmi dari Radio Suara Vietnam.
Tepat pada pukul 11.30 tanggal 7 September 1945, melalui gelombang Radio Suara Vietnam, disiarkannya suara pembukaan yang menggema ke seluruh dunia tentang kehadiran sebuah stasiun radio nasional, Suara negara Vietnam yang bebas dan merdeka. Suara pembukaan itu memiliki makna yang sangat istimewa, karena untuk pertama kalinya rakyat Vietnam memiliki sebuah lembaga media massa yang mengudarakan suara kebenaran dari bangsa, seperti dikatakan oleh almarhum jurnalis Tran Lam, Pemimpin Redaksi pertama Radio Suara Vietnam:
“Kita harus menekankan: Inilah Suara Vietnam. Kita harus membusungkan dada, karena selama ini kita dibungkam oleh penjajah, kita tidak memiliki suara sendiri, merekalah yang berbicara sebagai pengganti kita. Oleh karena itu, kita harus memulai dengan sangat tegas: Inilah Suara Vietnam — tekankan terlebih dahulu kata “Inilah”, Inilah Suara Vietnam”.
Setelah kata pembukaan tersebut, dalam siaran pertama yang berbahasa Vietnam, Bapak Nguyen Van Nhat dengan suara khidmat dan jelas membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan. Melalui gelombang radio, Naskah Proklamasi Kemerdekaan telah disiarkan ke seluruh negeri dan ke dunia internasional. Pada sore hari yang sama, beberapa kantor berita dunia memberitakan peristiwa ini dan menyatakan bahwa mereka menerima informasi tersebut melalui siaran Radio Suara Vietnam.
Bapak Nguyen Trong Nghia, Kepala Departemen Propaganda dan Penggerakan Massa Rakyat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Foto: VOV2) |
Suara lagu “Diệt Phát Xít” (Membasmi Fasisme) bersama dengan seruan “Inilah Suara Vietnam”, kata pembukaan yang telah akrab dalam setiap program Radio Suara Vietnam, telah bergema sejak pagi musim gugur tahun 1945, ketika tanah air baru saja meraih kemerdekaan dan selama hampir 80 tahun ini, melewati berbagai periode sejarah penting, kata pembukan tersebut tidak pernah berubah. Selama 80 tahun terakhir, Suara Vietnam, suara dari tanah air, laksana aliran suara yang tak pernah berhenti, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan masa depan, turut berkontribusi dalam pembangunan sebuah bangsa yang kuat dan makmur. Bapak Nguyen Trong Nghia, Kepala Departemen Propaganda dan Penggerakan Massa Rakyat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, mengatakan:
“Saya sangat menghargai tekad kuat dari Radio Suara Vietnam, mulai dari pimpinan hingga para staf, wartawan, dan editor. Radio Suara Vietnam tidak hanya melayani masyarakat di dalam negeri, melayani pekerjaan informasi dan propaganda luar negeri, tetapi kita juga telah mengarah ke daerah-daerah terpencil, melayani saudara-saudara setanah air di daerah pegunungan, daerah perbatasan, dan kepulauan agar mereka dapat mengakses informasi dengan lebih cepat, lebih dekat, lebih efektif, dan lebih beragam”.
Dalam waktu hampir 100 tahun pembentukan dan berkembangnya, Pers Revolusioner Vietnam, Radio Suara Vietnam telah mendampingi perkembangan tanah air selama 80 tahun. Radio Suara Vietnam bangga menjadi lembaga pers pertama yang didirikan oleh Presiden Ho Chi Minh setelah Revolusi Agustus, yang berkaitan erat dengan sejarah perkembangan negara sejak hari-hari pertama kelahiran negara hingga saat ini, ketika tanah air telah dan sedang memasuki era baru, era pembangunan yang makmur, maju, beradab, dan sejahtera./.








