logo

Lahir pada Tahun 1945: Suara Perang Perlawanan dan Pembangunan Tanah Air

2025/8/30 | 07:51:03
(VOVWORLD) - Setelah keberhasilan Revolusi Agustus 1945, negara muda Republik Demokratik Vietnam yang baru saja lahir, namun segera memasuki perang perlawanan panjang melawan penjajahan Prancis selama 9 tahun, dari tahun 1946 hingga tahun 1954. 

Saat itu, Radio Suara Vietnam (VOV) juga baru saja didirikan. Meskipun masih sederhana dan penuh keterbatasan, para pejabat, wartawan, penyiar, dan teknisi telah dengan sepenuh hati menjaga gelombang siaran, agar suara Partai dan Presiden Ho Chi Minh, suara perang perlawanan disebarluaskan untuk memperkokoh semangat tentara dan rakyat, dengan tekad merebut kemerdekaan dan kebebasan bagi bangsa Vietnam.

Sistem antena Stasiun Pemancar Radio Me Tri pada masa perang. (Foto dokumenter)

Pada bulan Desember 1946, suasana persiapan untuk perang perlawanan berada di mana-mana di seluruh negeri. Hanoi tegang seperti tali biola yang ditarik kencang. Pada pagi hari tanggal 19 Desember 1946, pihak Perancis mengirimkan ultimatum kepada Pemerintah Vietnam, menuntut perluncutan senjata pasukan pertahanan, menghentikan semua aktivitas persiapan untuk perang perlawanan, dan menuntut hak pengendalian ketertiban di dalam kota. 

Pada pukul 20.00 pada tanggal 19 Desember 1946, lampu-lampu di Hanoi tiba-tiba padam, meriam meledak keras dari Benteng Lang. Di stasiun radio di nomor 128C Dai La, penyiar Radio Suara Vietnam, Ibu Duong Thi Ngan, dengan lantang mengumumkan “Meriam telah meledak di Hanoi, perang perlawanan nasional telah dimulai”. Wartawan Tran Duc Nuoi, mantan Kepala Bagian Sekretariat dan Redaksi Radio Suara Vietnam, menceritakan kembali informasi-informasi yang dihimpun dari para saksi mata:

“Pada malam tanggal 19 Desember 1946, perintah untuk melakukan perang perlawanan nasional dikeluarkan dan meriam ditembakkan dari Benteng Lang, Radio Suara Vietnam menyatakan bahwa perang perlawanan telah dimulai, saat itu seluruh negeri bangkit melawan. Ketika stasiun Bach Mai harus dievakuasi untuk ikut dalam perlawanan, Ibu Duong Thi Ngan berkata: “Sampai jumpa kembali, saudara-saudari setanah air, para prajurit di seluruh negeri, dan para pendengar, pada pukul 6 pagi keesokan harinya”.

Pagoda Tram adalah tempat evakuasi pertama dari Radio Suara Vietnam. Di tempat ini, tepat pukul 06.00 pagi tanggal 20 Desember 1946, Radio Suara Vietnam menyiarkan Imbauan seluruh negeri melakukan perang perlawanan dari Presiden Ho Chi Minh, menandai tonggak sejarah pertama Radio Suara Vietnam dalam perjalanan panjang bersama bangsa. 

Juga di Pagoda Tram, pada malam tanggal 21 Januari 1947, Presiden Ho Chi Minh mengunjungi para pejabat dan pegawai Radio Suara Vietnam. Di tempat ini, Presiden Ho Chi Minh membacakan puisi ucapan Tahun Baru yang ditujukan kepada seluruh rakyat dan para prajurit di dalam negeri, serta komunitas orang Vietnam di luar negeri:

Bendera merah berbintang kuning berkibar di tiupan angin,

Suara terompet perlawanan menggema di seluruh penjuru tanah air.

Puisi tersebut adalah sebuah lagu perjuangan dan kemenangan yang heroik yang disiarkan langsung oleh Radio Suara Vietnam untuk pertama kalinya. Pada malam yang sama, Presiden Ho Chi Minh juga menulis untuk Pendeta biara Pagoda Tram sebuah kaligrafi berpasangan dengan tulisan: “Perlawanan pasti menang, pembangunan negara pasti berhasil”.

Para teknisi Radio Suara Vietnam pada masa lalu. (Foto dokumenter)

Saat ini, kaligrafi berpasangan ini disimpan di Rumah Tradisional Radio Suara Vietnam, di alamat nomor 58 Jalan Quan Su, Kota Hanoi. Wartawan Tran Quy Tuyen, mantan penyiar sekaligus mantan Kepala Bagian Koordinasi Program Radio Suara Vietnam, yang telah berkaitan dengan Radio Suara Vietnam selama hampir 40 tahun dan secara langsung menemukan barang kenang-kenangan ini untuk Radio Suara Vietnam, berbagi cerita:

“Ketika Radio Suara Vietnam mengumpulkan barang kenang-kenangan, saat kami memegang langsung kaligrafi berpasangan yang ditulis sendiri oleh Paman Ho dengan tinta hitam, kami sangat terharu. Beliau menulis puisi itu pada hari-hari awal perjuangan melawan penjajahan Prancis, dan Beliau memiliki keyakinan kuat akan kemenangan dari perang perlawanan”.

Selama 9 tahun perang perlawanan yang panjang (1946–1954), untuk menjamin agar suara Radio Suara Vietnam tidak pernah berhenti sesuai instruksi Presiden Ho Chi Minh, Radio Suara Vietnam telah berpindah lokasinya sebanyak 14 kali untuk menjamin keselamatan mutlak bagi gelombang siaran nasional. Dalam kondisi evakuasi yang penuh kekurangan dan kesulitan, gelombang siaran Radio Suara Vietnam tetap berjalan lancar. Berita dan program-program siaran dari Radio Suara Vietnam  telah memberikan dorongan semangat kepada seluruh rakyat untuk bersatu, kompak, dan bertekad kuat meraih kemenangan, yang puncaknya adalah kemenangan bersejarah Dien Bien Phu yang mengguncang seluruh dunia. 

Berita-berita kemenangan yang disiarkan telah berpadu menjadi lagu kemenangan yang penuh kejayaan. Veteran perang Nguyen Quan dari Bac Kan menegaskan:

“Karena semua demi perang perlawanan, semua demi kemenangan, maka kami selalu menantikan kabar kemenangan dari berbagai medan perang. Meskipun masa perang penuh dengan kesulitan dan penderitaan, setiap kali mendengar kalimat “Inilah Suara Vietnam” disiarkan, hati kami kembali dipenuhi dengan keyakinan — keyakinan bahwa perang perlawanan pasti akan berhasil”. 

Seruan dari Tanah Air melalui gelombang Radio Suara Vietnam telah menjadi panggilan dari seluruh penjuru negeri, menjadi suara hati bangsa. Kemudian, setelah menempuh perjalanan penderitaan yang panjang, Vietnam akhirnya mencapai kemenangan total, tanah air bersatu, bagian Utara dan Selatan berkumpul dalam satu rumah. 

Genap 80 tahun telah berlalu sejak momen bersejarah pada tanggal 7 September 1945, ketika Radio Suara Vietnam menyiarkan berita pertama, Suara Vietnam tetap berjalan seiring dengan sejarah bangsa sampai sekarang, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

TAG
VOV/VOVworld/Perang Perlawanan dan Pembangunan Tanah Air/kemenangan total/Radio Suara Vietnam

Yang lain