Artikel tersebut dimuat di harian The Washington Times edisi 19 Februari. (Foto: VNA) |
Artikel tersebut menilai bahwa dalam konteks dunia yang semakin dipengaruhi oleh konflik, fragmentasi, dan persaingan geopolitik, kehadiran Sekjen To Lam pada sesi pembukaan Dewan Perdamaian tentang Gaza di Washington memiliki makna yang jauh melampaui kerangka diplomasi biasa. Kehadiran pemimpin tingkat tinggi Việt Nam tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga merupakan sebuah sinyal yang proaktif dan disengaja, yang menyampaikan berbagai pesan strategis.
Artikel tersebut menilai bahwa hal paling mendalam dari kunjungan ini adalah pesan tentang nilai perdamaian dari Vietnam, negara yang pernah mengalami puluhan tahun perang dan kini menjadi contoh nyata bagi kemampuan rekonstruksi dan rekonsiliasi. “Kisah Vietnam” menjadi bukti praktis yang berharga bagi negara-negara yang sedang mencari jalan menuju masa pascakonflik.








