Perampingan staf yang dikaitkan dengan penggunaan barisan kader yang berhasilguna
Dalam pekerjaan kekaderan, selama ini, Vietnam telah menjamin adanya struktur usia, jenis kelamin, etnis, instansi, profesi, dan bidang pekerjaan. Sumber tenaga perncangan cukup melimpah, pada pokoknya menjamin kesinambungan antar-usia dan antar-generasi. Banyak kebijakan, prinsip, pandangan, dan solusi utama mengenai pekerjaan personalia dikonkretkan dengan berbagai regulasi, ketentuan, dan prosedur yang menjamin demokrasi dan lebih ketat. Proses pekerjaan kekaderan semakin terbuka dan transparan.
Namun, pekerjaan organisasi dan kekaderan tidak hanya berhenti pada penataan dan penempatan personil saja, tetapi juga harus mengarah untuk membangun barisan kader yang benar-benar tipikal, berpola pikir inovatif dan kreatif, berani berfikir, berani berbuat, berani bertanggung jawab demi kepentingan bersama.
Sekjen To Lam menyampaikan pidato di sesi evaluasi pelaksanaan Resolusi 18-NQ/TW pada tgl 19 November tahun 2024 (Foto: VOV) |
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu tujuan umum yang diungkapkan dalam Resolusi 18 - NQ/TW adalah meningkatkan kualitas dan penggunaan secara efektif barisan kader, pejabat dan pegawai.
Ketika berbicara pada Konferensi Nasional untuk mencengkam dan menggelarkan evaluasi pelaksanaan Resolusi No. 18-NQ/TW (Desember 2024), Sekretaris Jenderal KS PKV To Lam menunjukkan bahwa perampingan aparatur organisasi berjalan seiring dengan perampingan formasi kekaderan dan restrukturisasi barisan kader yang cukup berkarakter dan kapasitas yang memadai dengan tugasnya. Sebelumnya, ketika berbicara pada sidang evaluasi pelaksanaan Resolusi No. 18-NQ/TW (pada tgl 19 November 2024), Sekretaris Jenderal To Lam juga menekankan:
Melaksankan secara sinkron perampingan dan pengorganisasian aparat dengan menata barisan kader yang berkarakter dan kemampuan yang memadai dengan tugasnya, formasi kader yang rasional, melakukan inovasi secara berkesinambungan dalam melakukan rekrutmen, pelatihan, promosi, pengangkatan, rotasi, mutasi, dan penilaian pegawai ke arah yang praktis, karena tidak ada zona larangan, tidak ada pengecualian dalam penilaian kader, miliki mekanisme yang efektif untuk menyaring dan mengeluarkan dari jabatan-jabatan yang tidak berkualitas, karakter, prestise yang cukup dan menggunakan orang-orang yang memiliki kemampuan yang menonjol.
Revolusi sumber daya manusia
Ketika masih sugeng, Presiden Ho Chi Minh secara khusus menekankan pentingnya pekerjaan kekaderan dan personalia. Beliau selalu menegaskan: “Kader adalah pangkal dari segala pekerjaan”, “Semua keberhasilan atau kegagalan bergantung pada baik buruknya kader”, oleh karena itu, “Pekerjaan kekaderan harus memegang peranan yang menentukan dalam membangun barisan kader yang merah dan ahli”
Perampingan aparat dan pengurangan formasi yang sedang dilakukan Vietnam menunjukkan pandangan dan bimbingan yang bersifat menyelujuri dan kesepakatan yang tinggi dan tekad politik yang besar dari Partai dan Negara.
Revolusi perampingan aparat organisasi sistem politik di bawah pimpinan Sekjen KS PKV To Lam merupakan revolusi sumber daya manusia, yang bertujuan untuk mereformasi secara komprehensif aparat, menciptakan syarat untuk mengeksploitasi dan memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya manusia, serta menciptakan "motivasi" bagi tanah air untuk memasuki era kebangkitan.
Pelaksanaan dengan baik revolusi perampingan ini menciptakan batu loncatan, posisi dan kekuatan bagi seluruh bangsa untuk bertransformasi, melesat dengan kuat, dan bersama-sama menuju ke tujuan membangun negara Vietnam sosialis dengan rakyatnya sejahtera, negaranya yang kuat, setara, demokratis, beradab, cepat bisa berdiri sama dengan negara-negara adi kuasa di dunia seperti yang diinginkan Presiden Ho Chi Minh.
Tanah air sedang memasuki era pembangunan baru dengan tuntutan yang sangat tinggi, karena banyak sekali peluang, banyak keberuntungan, tetapi juga kesulitan dan tantangannya juga sangat berat. Oleh karena itu, membangun barisan pejabat yang berkemampuan akan menjadi salah satu prasyarat bagi Vietnam untuk menyelesaikan semua target pembangunan tanah air pada periode mendatang./.








