![]() |
|
Musim air tumpah di Mu Cang Chai biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga Juni setiap tahun, ketika hujan deras pertama di awal musim panas membawa air ke sawah-sawah kering.
|
![]() |
|
Ini juga merupakan waktu ketika para petani harus berlomba dengan cuaca untuk segera menanami bibit padi muda di sawah mereka, sebagai awal dari musim produksi padi utama dalam setahun.
|
![]() |
|
Sawah-sawah di dataran rendah di kaki lembah Khau Phạ selalu terisi air lebih awal.
|
![]() |
|
Sawah-sawah rendah yang berada di dekat sungai lebih dulu mendapat air, sehingga masyarakat setempat memanfaatkan waktu untuk segera membajak dan menanam padi lebih awal.
|
![]() |
|
Para petani merendam akar bibit padi muda ke dalam air lalu membersihkannya dari lumpur setelah dicabut.
|
![]() |
|
Warga mencabut bibit padi muda di sebuah sawah rendah yang terletak tepat di tepi jalan raya di desa Che Cu Nha, Kabupaten Mu Cang Chai.
|
![]() |
|
Masyarakat dengan gembira turun ke sawah, dengan harapan akan mendapatkan panen yang berlimpah ruah dan membawa kesejahteraan.
|
![]() |
|
Sawah-sawah itu perlahan-lahan mulai tertutup oleh warna hijau bibit padi muda yang penuh kehidupan.
|
![]() |
|
Tempat lepas landas paralayang di puncak lintasan gunung Khau Phạ.
|
![]() |
|
Menikmati lembah Lim Mong di musim air tumpah dan mengabadikan foto kenangan unik dari atas parasut selalu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap wisatawan saat berkunjung keMu Cang Chai.
|
![]() |
|
Pemandangan lembah Lim Mong dilihat dari atas parasut
|
![]() |
|
Musim air tumpah Mu Cang Chai
|








