Kuil pemujaan Presiden Ho Chi Minh (Foto: Ngoc Anh) |
Setelah 30 tahun berangkat untuk mencari jalan menyelamatkan tanah air dan beraktivitas di luar negeri (1911 – 1941), Presiden Ho Chi Minh pulang kembali ke tanah air melalui tonggak perbatasan 108 di Pac Bo, langsung memimpin Gerakan Revolusi Vietnam. Pac Bo merupakan tempat yang berkaitan dengan tahapan sejarah Revolusi Vietnam dan kehidupan aktivitas revolusioner dari Presiden Ho Chi Minh dari tahun 1941 sampai tahun 1945.
Situs peninggalan sejarah nasional istimewa Pac Bo terkenal dengan banyak air terjun yang sangat indah, anak-anak sungai yang jernih, hutan perawan yang membentang luas, gunung batu yang berlapis-lapis, dan ladang-ladang yang subur. Situs peninggalan sejarah ini terdiri dari: Kuil pemujaan Presiden Ho Chi Minh, gua Coc Bo, gua Lung Lan, gua Nguom Vai (semuanya di gunung Karl Marx), anak sungai Le Nin, zona situs peninggalan sejarah Khuoi Nam, zona situs peninggalan Kim Dong, rumah bapak Duong Van Dinh, dan sebagainya.
Anak sungai Lenin dulu disebut warga lokal sebagai anak sungai Khuoi Giang, dalam bahasa etnis Tay berarti anak sungai Langit. Pada tahun 1941, Presiden Ho Chi Minh kembali ke tanah air dan memilih gua Pac Bo menjadi tempat tinggal dan beraktivitas revolusioner, maka Beliau menamai anak sungai tersebut sebagai anak sungai Lenin.
Wisatawan berfoto di Situs peninggalan sejarah Pac Bo (Foto: Ngoc Anh) |
Tempat persinggahan pertama ketika Anda mengunjungi situs peninggalan sejarah nasional istimewa Pac Bo ialah Kuil pemujaan Presiden Ho Chi Minh. Bangunan ini mulai dibangun pada tanggal 19 Mei 2010 dan diresmikan pada tanggal 19 Mei 2011, sehubungan dengan peringatan HUT ke-121 lahirnya Presiden Ho Chi Minh (19 Mei 1890 – 19 Mei 2011). Saudari Doan Mai Hien, warga etnis minoritas Tay, pemandu wisata dari Badan Pengelola Situs-Situs Peninggalan Sejarah Nasional Istimewa di Provinsi Cao Bang, mengatakan:
“Kuil pemujaan Presiden Ho Chi Minh dibangun menurut arsitektur rumah panggung dari etnis-etnis minoritas Tay, Nung yang lugas dan sederhana, tetapi membawa sifat simbolik yang tinggi. Di posisi yan paling khidmat adalah papan hias yg dipasang melintang di atas altar dan kalimat berpasangan yang dirancang oleh Profesor, Pahlawan Kerja Vu Khieu. Papan hiasan itu bertuliskan “Hong Nhat Cao Minh” membandingkan Presiden Ho Chi Minh bagaikan sinar matahari yang merah, mulia, cerah, menerangi jalan bagi Revolusi Vietnam. Kalimat berpasangan tertulis “Pemimpin sudah kembali, matahari dan bulan bersinar di langit Pac Bo. Pahlawan berkumpul untuk menerangi bumi Cao Bang”. Terletak di posisi paling khidmat di kuil pemujaan adalah patung Presiden Ho Chi Minh. Patung ini terbuat dari tembaga, tingginya 1,8 m, dan beratnya 1,26 ton”.
Ketika baru tiba di Tanah Air, Presiden Ho Chi Minh tinggal dan bekerja di gua Pac Bo atau disebut sebagai gua Coc Po, luasnya sekitar 15 meter persegi. Di dalam gua ada tempat tidur kayu untuk Beliau berbaring dan beristirahat; tungku api, meja batu yang menjadi tempat kerja Beliau, atau batu yang menjadi tempat Beliau sering duduk untuk memancing di anak sungai Lenin, dan sebagainya.
Gubuk Khuoi Nam terletak jauhnya sekitar 1 km dari gua Pac Bo, adalah tempat di mana Presiden Ho Chi Minh tinggal paling lama. Gubuk ini dibangun menurut arsitektur rumah panggung, tersembunyi dan kondusif untuk memantau dan mundur kalau dipergoki musuh. Di dekat gua Pac Bo ada gua Sli Dieng dan gua Diem Tieu, yang merupakan tempat-tempat yang sering digunakan Beliau sebagai kotak surat rahasia. Setelah mengunjungi situs peninggalan sejarah nasional istimewa Pac Bo, saudara Do Trong Dong, wisatawan dari Kota Hanoi mengatakan:
“Anak sungai Lenin, gunung Karl Marx, dan gua Pac Bo semuanya sangat indah, merupakan situs-situs peninggalan sejarah yang berkaitan dengan aktivitas revolusioner Presiden Ho Chi Minh. Tempat ini merupakan alamat merah dari Revolusi Vietnam, merupakan tempat dimana Presiden kembali untuk bekerja setelah lebih dari 30 tahun mencari jalan menyelamatkan tanah air di luar negeri. Saya sudah berkali-kali datang ke sini, tetapi setiap kali memiliki perasaan yang berbeda dan sakral”.
Anak sungai Lenin (Foto: Ngoc Anh) |
Zona situs peninggalan Kim Dong merupakan satu bagian penting di Situs peninggalan sejarah nasional istimewa Pac Bo. Makam Kim Dong berada di bawah gunung Teo Lai, di Desa Na Ma. Kim Dong, seorang warga etnis minoritas Tay, nama aslinya Nong Van Den. Kim Dong bertugas sebagai pengantar jalan, pengantar surat, menjemput dan mengantar anggota Front Viet Minh. Kim Dong gugur saat bertugas di tepi sungai Lenin pada tanggal 15 Februari 1943, ketika dia baru berusia 14 tahun. Di situs peninggalan sejarah Pac Bo juga terdapat rumah bapak Duong Van Dinh, dimana Presiden Ho Chi Minh sering bercerita tentang kehidupan rakyat, penderitaan rakyat yang kehilangan tana hair, dan berpropaganda tentang Revolusi.
Situs peninggalan sejarah nasional istimewa Pac Bo di Provinsi Cao Bang merupakan destinasi yang menarik bagi wisatawan dari semua penjuru tanah air bukan hanya karena pemandangan alam yang megah dan indah, tetapi juga merupakan tempat yang berkaitan dengan kehidupan aktivitas revolusioner Presiden Ho Chi Minh dan Komite Sentral Partai Komunis Vietnam tahapan 1941 – 1945.








