Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Foto: REUTERS/Eduardo Munoz |
Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada Senin (23 Februari), Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menekankan bahwa krisis di Ukraina tetap menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan regional dan global.
Pada hari yang sama, Uni Eropa gagal mencapai konsensus mengenai paket sanksi baru terhadap Rusia, setelah Hungaria memveto rekomendasi tersebut. Budapest juga dianggap menunda pinjaman Uni Eropa sebesar 90 miliar Euro kepada Ukraina, sambil menyerukan pemulihan aktivitas jalur pipa Druzhba. Jalur pipa ini pernah dikecualikan dari larangan impor minyak Rusia oleh Uni Eropa pada tahun 2022 untuk memberi waktu kepada negara-negara Eropa Tengah yang terkurung daratan untuk mencari sumber pasokan alternatif. Paket sanksi ke-20 diperkirakan akan menargetkan armada kapal tanker minyak Rusia dan pendapatan energi Moskow.








