Dalam pembicaraan telepon tersebut, PM Pham Minh Chinh meminta kedua negara supaya segera melaksanakan semua komitmen dan kesepakatan yang telah dicapai secara efektif, serta segera menyepakati Program Aksi untuk mengimplementasikan kerangka Kemitraan Strategis, khususnya di bidang-bidang unggulan seperti: kerja sama investasi, eksplorasi migas serta pengilangan minyak, penelitian penanaman pohon-pohon pertanian Vietnam di Aljazair, kerja sama pertahanan, energi terbarukan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital, dan lain-lain.
PM Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan telepon dengan PM Aljazair, Sifi Ghrieb (Foto: Lai Hoa/VOV) |
PM Pham Minh Chinh menyatakan keprihatinan atas perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampak serius bagi ekonomi dunia, termasuk Vietnam. Dengan semangat bersatu untuk menciptakan kekuatan, bekerja sama untuk menciptakan nilai, berdialog untuk memperkokoh kepercayaan dan bersama-sama berkembang, PM Pham Minh Chinh meminta Aljazair supaya membantu Vietnam menjamin ketahanan energi melalui pasokan minyak mentah dan gas bakar di tengah terputusnya sumber pasokan; berkoordinasi untuk mengimplementasikan semua kesepakatan kerja sama antara Perusahaan Umum Eksplorasi dan Eksploitasi Permigasan Vietnam (PVEP) dan Permigasan Nasional Aljazair (Sonatrach) secara efektif.
Sementara itu, PM Aljazair, Sifi Ghirieb menegaskan bahwa berdasarkan hubungan bersejarah persaudaraan antara dua negara yang erat, ia akan mendorong bantuan ketahanan energi untuk Vietnam, serta menyatakan tekad untuk bersama-sama aktif melaksanakan berbagai pencapaian menonjol dalam hubungan kedua negara, terutama di bidang-bidang investasi, perdagangan, pertanian, energi, budaya, dan sebagainya.








