(VOVworld) – Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek tahun 2015 (atau Hari Raya Tet) adalah ritual yang paling penting bagi orang Vietnam. Orang Vietnam mempunyai pemikiran bahwa ketika Hari Raya Tet tiba maka semua hal dalam kehidupan harus baru. Oleh karena itu, adat “melepas yang lama, menyambut baik yang baru” selalu sangat dihargai oleh semua keluarga di Vietnam.

Setengah bulan sebelum Hari Raya Tet, para anggota dalam keluarga telah mulai bersih-bersih, mengatur barang-barang, menghiasi rumah, memperolek daun pintu dan lain-lain. Adat istiadat tradisional itu dinamakan “Melepas yang lama, menyambut baik yang baru”, artinya menghapuskan semua yang lama, mengusir semua hal yang tidak mujur pada tahun lama untuk menyambut hal-hal yang baru pada tahun baru. Nguyen Hung Long, guru pensiunan warga kota Hanoi mengatakan: “Vietnam mempunyai tradisi yang baik pada hari-hari akhir tahun ialah “melepaskan yang lama, menyambut baik yang baru”. Saya pikir adat istiadat tradisional ini bertolak dari pemikiran dan impinan orang Vietnam yaitu semua orang menginginkan agar semua hal yang tidak menggembirakan, yang tidak baik dan yang tidak mujur pada tahun lama akan dibuang, dilupakan. Tahun baru tiba adalah untuk menyambut hal-hal yang baik, baru dan mujur, semua hal menjadi lancar untuk kehidupan keluarga. Itulah arti adat istiadat “melepaskan yang lama, menyambut hal yang baru”.
Bersama dengan masalah bersih-bersih dan menghiasi rumah untuk merayakan Hari Raya Tet dan musim semi, hampir semua keluarga menyiapkan kebutuhan Hari Raya Tet. Berbelanja menyisapkan Hari Raya Tet berarti membawa hal-hal yang baru dan menggembirakan ke keluarganya. Ibu Nguyen Thi Nga, warga distrik nomor 1 dari kota Ho Chi Minh memberitahukan: “Saban tahun, sebelum Hari Raya Tet tiba, saya bersih-bersih dan menghiasi rumah menjadi megah, lalu membeli pohon hias. Di Vietnam Utara, orang selalu membeli pohon Sakura, tapi di Vietnam Selatan selalu membeli pohon Mai. Saya membeli barang-barang untuk diberikan kepada sanak keluarga saya. Sampai dekat dengan Hari Raya Tet, saya membeli berbagai jenis buah-buahan untuk dipajang di rumah, menyiapkan sesaji untuk upacara pemujaan akhir tahun, membeli bahan-bahan makanan untuk kebutuhan jamuan keluarga pada kesempatan Hari Raya Tet”.
Pada hari-hari dekat dengan Hari Raya Tet, kaum laki-laki selalu ditugasi untuk menghias kembali altar nenek moyang, sedangkan kaum wanita selalu sibuk dengan pekerjaan menyiapkan sesaji Hari Raya Tet. Menghiasi altar nenek moyang, menyiapkan talam sesaji untuk memuja nenek moyang pada tanggal 30 Hari Raya Tet dimaksudkan untuk menyatakan hormat dan terimakasih dari anak-cucu dalam keluarga bagi nenek moyang. Doktor Dinh Phuong Duy, peneliti kebudayaan kerakyatan mengatakan: “Arti paling besar dari adat pemujaan akhir tahun ialah melaporkan prestasi-prestasi yang dicapai dalam setahun kerja kepada nenek moyang. Kemudian, anak-cucu bersama-sama menikmati rejeki yang diberikan oleh nenek moyang, oleh karena itu adat istiadat memuja nenek moyang merupakan kepercayaan yang selalu dipertahankan oleh orang Vietnam untuk mendidik anak-cucu ingat kepada nenek moyang dan asal-usul”.
Sore hari tanggal 30 Hari Raya Tet juga adalah waktu yang paling menggembirakan karena suasana berkumpulnya keluarga dalam jamuan setelah setahun melakukan kerja keras. Pada jamuan tradisional ini, anak, cucu dalam keluarga dengan rasa hormat melaporkan pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan selama setahun ini kepada kakek- nenek dan ayah-ibu. Kakek-nenek dan ayah-ibu akan mengingatkan kepada anak-cucu tentang pekerjaan-pekerjaan yang perlu dilakukan pada tahun baru. Hal-hal yang tidak menggembirakan dan belum mepuaskan pada tahun lama dilepas dan mengharapkan tercapainya hal-hal yang mujur dan baik pada tahun baru./.








