Jalan yang menuju ke pagoda |
Pintu Tam Quan (yaitu pintu masuk dengan 3 pintu gerbang) di Pagoda Tu Hieu |
Pagoda Tu Hieu, pada permulaannya hanya merupakan rumah rumput dengan nama “rumah An Duong” yang dibangun oleh cikal bakal Pendeta Nhat Dinh pada tahun 1843. Dia masuk biara sambil memikirkan kedua orang-tuanya. Karena terharu akan kebaikan hatinya, setelah dia wafat, Raja Tu Duc telah memberi nama kepada pagoda ini “Tu Hieu”. |
Makam pendeta Nhat Dinh |
Pada tahun 1848, Upajhaya Cuong Ky mulai membangun pagoda ini dengan skala yang lebih besar terbanding dengan biaya yang diberikan oleh Raja Tu Duc dan para bangsawan yang dikebiri pada Dinasti Nguyen dan para Buddhis. Dari situ, pagoda Tu Hieu menjadi satu pagoda besar. |
Pekarangan pagoda luas-nya 8 Hektar, di depan ada arus air yang mengelilingi pagoda dan pemandangan-nya sangat eksotis. |
![]() |
![]() |
Ruang pemujaan utama Pagoda Tu Hieu – pagoda yang diwarnai alam dan misterius antara agama dan kehidupan duniawi. |
Kesederhanaan pogoda ini dimanifestasikan melalui arsitektur berhuruf “Mulut” dengan tiga ruang dan dua ujung atap tradisional yang menciptakan keseluruhan yang lengkap. |
Tempat memuja Buddha, di belakang-nya ialah tempat memuja Cikal Bakal. |
![]() |
Pohon belimbing yang usia-nya sudah lebih dari 100 tahun |
![]() |
Tempat berkumpulnya makam-makam para bangsawan yang dikebiri pada Dinasti Nguyen yang memberikan sumbangan dalam membangun dan memperluas pagoda Tu Hieu. |
Pagoda ini merupakan tempat di mana, Pendeta Thich Nhat Hanh mulai masuk biara dan setelah bertahun-tahun belajar dan mengajar agama di luar negeri, sekarang ini, Pendeta Thich Nhat Hanh telah pulang kembali dan beristirahat di sana. |
Pendeta Thich Nhat Hanh (duduk) saat pulang ke Tanah Air |
Dengan keindahan yang harmonis antara arsitektur dan ruang yang eksotis, sekarang ini, pagoda unik ini tidak hanya merupakan tempat ibadah bagi para Buddhis, melainkan juga merupakan destinasi yang menyerap kedatangan wisawatan mancenegara dan wisatawan domestik. |








