logo

Para Petani Muda pada Era Kebangkitan dari Bangsa

2025/2/11 | 08:00:00
(VOVWORLD) - Banyak pemuda di pedesaan sedang melakukan usaha rintisan dari berbagai hasil pertanian dan bahan mentah yang tersedia di kampung  halaman. Banyak di antaranya telah mencapai sukses, membuat merek barang yang berprestise di pasar baik di dalam maupun luar negeri.

Banyak konsumen baik di dalam maupun luar negeri telah tahu tentang produk-produk luffa seperti : spons mandi, pakan kunyahan untuk hewan dan sebagainya dengan merek “Mr Muop” dari Perusahaan Tanggung Jawab Terbatas Green Is Gold. Saudara Do Dang Khoa di Provinsi Dong Thap adalah pendiri dan CEO dari perusahaan tersebut. Dia dan para anggota dalam kelompoknya telah mendapat bantuan dari  Program “Startup  hijau” dari Pusat Penelitian Bisnis dan Bantuan Badan Usaha (Pusat BSA).

Saudara Do Dang Khoa adalah salah satu di antara 18 wirausaha petani muda yang tipikal dalam Badan Eksekutif Klub Wirausaha Pentai Hijau di Seluruh Vietnam (Foto: VOV)

Sekarang, selain membuat produk luffa, perusahaan milik saudara Khoa mulai membuat produk dari kulit jagung, eceng gondok dan lain-lain untuk menganekaragamkan produk dan memanfaatkan lebih banyak sumber daya alam setempat. Saudara Do Dang Khoa memberitahukan:

“Vietnam merupakan negara agraris dengan keunggulan tentang sumber daya setempat. Ketika memilih pulang kembali ke kampung halaman, saya berpikir harus melakukan apa untuk memanfaatkan sumber daya alam setempat yaitu manusia dan bahan baku yang tersedia di daerah. Dari situ dikombinasikan dengan pengetahuan untuk mengoptimalkan proses produksi, membuat produk dengan nilai yang tinggi dan memberikan laba yang lebih tinggi”.

Seperti halnya dengan saudara Do Dang Khoa, saudara Dang Khanh Duy, Direktur Umum Perusahaan Tanggung Jawab Terbatas Tan Nhien di Kabupaten Hoa Thanh, Provinsi Tay Ninh pilih pulang ke pedesaan di Tay Ninh untuk melakukan usaha rintisan dengan produk tradisional yaitu kertas beras dan garam cabai. Saudara Duy memberitahukan bahwa kertas beras buatan orang Tay Ninh sudah sejak lama hanya dijual di dalam negeri, sekarang apabila mau diekspor harus memperbaiki model dan kualitasnya. Dia mengatakan:

“Saya sudah menginvestasikan dan menggunakan proses produksi yang modern untuk membuat produk kertas beras Tan Nhien. Dengan demikian, kualitas produk lebih baik, memenuhi semua kebutuhan dari pasar-pasar yang berkebutuhan tinggi sehingga mudah diekspor”.

Sekarang, Perusahaan Tanggung Jawab Terbatas Tan Nhien juga membantu para pemuda di daerah setempat melakukan usaha rintisan dan memasarkan beragam produk seperti garam Nhat Vi, Mr. Muoi, kertas beras Nhat Vi dan sebagainya. Semua produk ini dan kertas beras Tan Nhien sedang berada di pasar-pasar seperti Republik Korea, Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok dengan jalan impor resmi.

Kertas beras di Perusahaan Tan Nhien (Foto: VOV)

Menurut seorang ekonom, Ibu Pham Chi Lan, pemuda semakin aktif mengubah polar pikir dan kesadaran, memberanikan diri untuk melakukan usaha rintisan dan memenuhi permintaan baru dari kehidupan. Bersamaan itu, dalam usaha rintisan, satu barisan petani muda dengan khusus menaruh perhatian pada faktor “hijau” dari bahan sampai poduksi dan konsumsi.

 “Para pemuda ketika melakukan usaha rintisan sangat menaruh perhatian pada kekreatifan, harus menggunakan teknologi baru, sistem manajemen yang baru atau cara yang baru, mencapai kemajuan yang jelas. Kemampuan komsersialisasi komoditas menjadi titik penting pada latar belakang pasar yang kompetitif secara sengit seperti dewasa ini dan berubahnya kebiasaaan kaum konsumen”.

Banyak produk telah dibuat dari tenaga dan kearifan dari para usahawan petani muda seperti: nektar kelapa Sokfarm, nektar kelapa air Vietnipa, kue gulung Tu Bong, bubuk sayuran Quang Thanh... dan sebagainya telah menjadi beken dengan kaum konsumen di dalam dan luar negeri, melalui itu turut menduniakan barang Vietnam. 

TAG
VOV/VOVworld/petani muda/era kebangkitan/kertas beras/jalan impor resmi

Yang lain