(VOVworld)- Pada Rabu 20 Juni, Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perkembangan yang berkesinambungan (KTT Rio+20) resmi dibuka di kota Rio De Janeiro (Brasil) dengan partisipasi dari kira-kira 130 pemimpin negara dan puluhan ribu utusan yang adalah Direktur badan usaha, wakil organisasi-organisasi sipil.

Berlangsung selama tiga hari (20-23 Juni), Konferensi itu akan mengevalusasi proyek-proyek yang dicapai dunia untuk menuju ke perkembangan yang berkesinambungan dan pengentasan dari kelaparan dan kemiskinan, bersamana itu juga menetapkan dan mengesahkan kerangka-kerangka kebijakan dan strategi baru bertujuan membentuk semua prinsip perkembangan yang berkesinambungan, umum dan global. Akan tetapi, target ini tidak mudah dicapai pada latar belakang dunia sedang harus menghadapi banyak tantangan.


Oleh karena itu, di KTT Rio+20, semua negara akan mencari solusi untuk melaksanakan perpindahan ke perekonomian yang lebih hijau ketika berfokus mengentas dari kelaparan dan kemiskinan, bersamaan dengan itu yalah menghindari penghancuran semua sistem ekologi laut, memperluas penggunaan sumber-sumber energi terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca… Selain itu, semua negara perlu mengelola hutan lebih baik lagi supaya sampai tahun 2030, dunia mengurangi separo tindakan perabakan hutan, bisa menghindari santunan sebanyak 3,7 triliun USD dari perubahan iklim akibat efek rumah kaca…. Semua negara juga berencana akan harus mengesahkan target-target terpaksa menjamin ketahanan pangan, kemampuan mendekati pekerjaan hijau, berkomitmen akan meningkatkan GDP seiring dengan menjamin semua kriterium sosial dan lingkungan hidup.

Namun, menurut para pakar, semua target ini tidak mudah dicapai pada Konferensi Rio+20. Untuk mempersiapkan Konferensi ini, pada 10 hari yang lalu, PBB telah menyelenggarakan serentetan peristiwa di sela-sela, semua lokakarya dan konferensi persiapan dengan partisipasi puluhan ribu utusan. Tetapi, menjelang Ro+20, masih tetap ada perbedaan pandangan tentang tujuan dalam naskah terakhir dari Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang perkembangan yang berkesinambungan. Kalangan analis mengatakan bahwa semua target ini menyentuh kepentingan dari banyak negara, khususnya negara-negara maju. Penandatangan naskah KTT Rio+20 juga berarti bahwa semua negara akan terpaksa mengesuaikan semua strategi dan politik sendiri anggaran keuangan negara dan banyak prioritas yang lain. Dalam hal pembagian kepentingan tidak sama, kepentingan negara-negara berkembang dan sedang berkembang akan dipengaruhi. Ini merupakan alasan yang membuat semua negara sulit membubuhkan tanda tangan untuk mengesahkan satu naskah terakhir di Konferensi Rio+20. Selain naskah politik terakhir, di Rio+20, banyak pemerintah, wirausaha dan organisssi internasional juga akan harus mengumumkan semua komitmen atau gagasan untuk mendorong proses menuju ke target-target "Energi yang berkesinambungan bagi semua negara” “Transportasi yang berksinambungan” dan “ Hak mendekati pengadaan air bersih”.
20 tahun lalu, KTT Rio 1992 telah mengajukan agenda tentang perkembangan yang berkesinambungan dan semua prakiraan tentang perubahan iklim, resesi keanekaragaman biologi… 20 tahun setelah itu, di Brasil juga, KTT Rio +20 diselenggarakan oleh PBB dengan harapan akan bisa mengajukan pengarahan yang kongrit untuk perkembangan yang berkesinambungan bagi umat manusia pada waktu mendatang, seperti pernyataan yang diajukan Wakil Sekjen PBB Sha Zukang bahwa “perkembangan yang berkesinambungan bukanlah merupakan satu pilihan. Itu merupakan jalan satu-satunya yang membolehkan seluruh umat manusia berbagi satu kehidupan yang baik di planet ini”. Dan KTT Rio +20 menyampaikan kesempatan kepada dunia untuk memilih jalan ini./.








