Kunjungan kerja ini turut memperdalam hubungan Vietnam dengan para mitra penting, meningkatkan lebih lanjut posisi, peranan dan kontribusi Vietnam yang bertanggung jawab, menyampaikan pesan tentang tekad, aspirasi perkembangan dari bangsa, menyerap secara maksimal sumber-sumber internasional demi target-target pengembangan tanah air.
Kunjungan kerja ini mempunyai makna penting, terus menegaskan garis politik luar negeri Vietnam yang independent, mandiri, menganekaragamkan, menganekaarahkan, berinisiatif, aktif melakukan integrasi internasional secara komprehensif, intensif, ekstensif dan efektif.
Mendorong Kerja sama yang lebih intensif dan ekstensif dengan Polandia, Ceko dan Swiss
Dari segi bilateral, kunjungan resmi PM Pham Minh Chinh di Polandia, Ceko dan kunjungan kerja di Swiss merupakan kesempatan penting bagi Vietnam untuk mendorong kerja sama yang lebih intensif dan ekstensif dengan negara-negara ini serta kawasan Eropa Tengah-Timur dan Uni Eropa, mengembangkan peranan sebagai jembatan penghubung antara Polandia, Ceko dengan ASEAN, memperkuat koordinasi dalam menangani isu-isu regional dan global, berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, kerja sama dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan dan dunia.
PM Pham Minh Chinh dan Istri beserta delegasi Vietnam memulai kunjungan resmi di Polandia (Foto: VGP/Nhat Bac) |
Bagi Ceko dan Polandia, kunjungan ini sangat Istimewa karena dilakukan pada kesempatan peringatan HUT ke-75 tahun penggalangan hubungan diplomatik antara Vietnam dengan Polandia dan Republik Ceko (Februari 1950 - Februari 2025). Keduanya adalah mitra sahabat tradisional, negara-negara yang selalu bahu-membahu, memberikan dukungan dan bantuan yang berharga kepada rakyat Vietnam selama bertahun-tahun memperjuangkan kemerdekaan dan menyatukan tanah air serta dalam usaha pengembangan tanah air selama beberapa dekade terakhir. Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Minh Hang mengatakan:
“Dengan fondasi yang berharga itu, dalam kunjungan kali ini, PM Pham Minh Chinh dan pemimpin negara-negara bersama-sama meninjau kembali prestasi-prestasi kerja sama yang baik selama penggalan jalan 75 tahun terakhir, menetapkan arahan-arahan orientasi-orientasi besar, menciptakan impuls untuk membawa hubungan persahabatan tradisional dan kerja sama di banyak segi antara Vietnam dan dua negara ke level baru. PM dan pemimpin tingkat tinggi dua negara akan membahas dan menyepakati langkah-langkah penting untuk meningkatkan sifat strategis dalam isi-isi kerja sama, membarui bidang-bidang kerja sama tradisional, menciptakan motivasi dan terobosan di bidang-bidang potensial dan penting”.
Sementara itu, aktivitas-aktivitas bilateral PM Pham Minh Chinh di Swiss, mitra yang mempunyai posisi utama di Kawasan Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), akan memberikan kontribusi untuk memperkuat kepercayaan politik dan memperdalam hubungan Vietnam - Swiss, mendorong hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi, sesuai dengan keunggulan dan secara praktis memenuhi kepentingan kedua negara, terutama di bidang-bidang kerja sama keuangan dan pengembangan pusat keuangan internasional di Vietnam, teknologi, inovasi kreatif, dan lain-lain.
Menyampaikan tekad, aspirasi dan visi Vietnam terhadap dunia
Dari sudut multilateral, kehadiran PM Pham Minh Chinh di WEF Davos ke-55 dengan tema: “Kerja sama dalam era kecerdasan” sangat dinantikan Pimpinan WEF dan komunitas badan usaha global. Kunjungan kerja tersebut merupakan aktivitas hubungan luar negeri multilateral, membuka satu tahun hubungan luar negeri multilateral yang sangat bergelora bagi Vietnam. Ini merupakan kesempatan penting bagi komunitas internasional dan badan-badan usaha besar untuk secara langsung berdiskusi dengan PM dan pimpinan berbagai kementerian, instansi, daerah dan badan usaha tentang orientasi-orientasi dan prioritas perkembangan, peluang-peluang yang bisa diberikan Vietnam kepada badan-badan usaha pada masa transformasi dunia yang mendalam sekarang ini. Deputi Menlu Nguyen Minh Hang mengatakan:
“PM akan menyampaikan pesan-pesan penting tentang tekad, aspirasi dan visi Vietnam untuk menuju ke target-target pembangunan strategis pada 20 tahun mendatang. Dengan pembahasan-pembahasan yang mendalam pada Konferensi dengan kehadiran lebih dari 3.000 pemimpin negara-negara dan grup-grup terkemuka di dunia, kita juga secara tepat waktu menguasai tren-tren perkembangan zaman, aliran-aliran yang sedang menetapkan era kecerdasan, dari situ membuat mekanisme, kebijakan dan langkah untuk memanfaatkan momentum serta membatasi secara maksimal dampak-dampak negatif dari tren-tren baru”.
Deputi Menlu Nguyen Minh Hang (Foto: VGP) |
PM Pham Minh Chinh juga akan memimpin banyak pembahasan tentang topik-topik praktis, berkaitan dengan kebutuhan pembangunan tanah air saat ini, terutama pelaksanaan Resolusi nomor 57 dari Polit Biro tentang penciptaan terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuaun, teknologi, inovasi kreatif dan transformasi digital nasional. Menurut itu, kunjungan kerja PM Pemerintah akan membuka banyak peluang kerja sama antara Vietnam dengan negara-negara dan grup-grp terkemuka di dunia di bidang-bidang utama seperti: kecerdasan buatan, investasi untuk inovasi kreatif, teknologi tinggi, penerapan AI dalam produksi pintar, pengembangan pusat keuangan internasional di Kota Ho Chi Minh, dan lain-lain.
Melalui Konferensi WEF Davos ke-55, Vietnam akan terus menegaskan peranan sebagai satu mitra tepercaya, satu anggota aktif, bertanggung jawab dan sangat potensial dari komunitas internasonal pada era kecerdasan, menuju ke satu masa depan yang makmur dan berkesinambungan bagi umat manusia.








