Kegiatan-kegiatan praktis tersebut telah turut memperkuat pengertian dan solidaritas persahabatan antara rakyat dan anak-anak dua daerah dari dua negara.
Para pelajar Kota Lang Son (Vietnam) dan Kota Ping Xiang (Tiongkok) melaksanakan tarian "sap" (Foto: Anh Tuan/VNA) |
Anak-Anak Vietnam dan Tiongkok dapat menghiasi caping (Foto: Anh Tuan/VNA) |
Seiring dengan itu, para pelajar dapat menghiasi caping, membuat keramik secara manual, mengunjungi Museum Provinsi Lang Son dan sebagainya. Ini merupakan kegiatan-kegiatan dalam program silaturahmi “Selendang merah persahabatan anak-anak di kawasan perbatasan Lang Son (Vietnam)-Guangxi (Tiongkok)”, untuk menciptakan area permainan silaturahmi persahabatan antara anak-anak dua daerah.
“Dapat berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan ini membantu saya lebih mengerti tentang adat-istiadat masyarakat Provinsi Lang Son, mencari tahu tentang pakaian warga etnis minoritas di Provinsi Lang Son. Saya merasa sangat gembira, para sahabat Vietnam sangat bersemangat. Saya menginginkan agar melalui kegiatan-kegiatan ini, hubungan Vietnam dan Tiongkok semakin berkembang”.
“Melalui citra-citra yang diukir di caping, saya ingin mengirim pesan tentang perdamaian dan persahabatan antara Vietnam dan Tiongkok. Saya merasa sangat gembira ketika dapat menyambut kedatangan para pelajar Tiongkok ke Vietnam. Saya ingin menyebarkan ciri-ciri budaya daerah kepada para pelajar Ping Xiang”.
Tinggal di dua daerah di kawasan perbatasan Vietnam-Tiongkok, para pelajar dari kedua pihak secara permanen dapat mencari tahu tentang sahabat-sahabatnya di seberang perbatasan melalui kegiatan-kegiatan silaturahmi serta pengetahuan-pengetahuan yang diajarkan di sekolah. Ibu Tan Cui Huan, Rektor SD nomor 4, Kota Ping Xiang, Provinsi Guangxi, Tiongkok, memberitahukan:
“Para guru sekolah kami secara rutin mencari tahu tentang kebudayaan serta kehidupan di Vietnam, oleh karena itu sangat beken. Dalam proses pengajaran, kami telah mengajarkan para pelajar tentang kebudayaan negara-negara Asia Tenggara pada umumnya dan Vietnam pada khususnya, melalui itu, memperkuat pengertian para pelajar Tiongkok akan kebudayaan Vietnam. Saya juga melihat bahwa silaturahmi antar-rakyat Vietnam-Tiongkok di kawasan perbatasan sangat bersahabat dan akrab”.
Provinsi Lang Son dan Kota Ping Xiang (Zona Otonomi Istimewa Suku Zhoang, Provinsi Guangxi) memiliki geografi yang sangat dekat dan hubungan akrab yang sudah ada lama. Pada bertahun-tahun belakangan ini, kabupaten-kabupaten Cao Loc, Tan Thanh dan sebagainya dari Provinsi Lang Son, Vietnam masih secara permanen mempertahankan kegiatan-kegiatan perdagangan, tukar-menukar barang, mengembangkan ekonomi, silaturahmi persahabatan dan lain-lain dengan Ping Xiang Shi.
“Warga kedua pihak sangat bersatu, kami secara rutin berpartisipasi pada program-program silaturahmi satu sama lain”.
“Warga kedua pihak sangat akrab. Ketika kami datang ke Tiongkok, kami telah mendapat petunjuk dengan sepenuh hati dari warga Tiongkok tentang jalan-jalan”.
Anak-Anak Provinsi Lang Son (Vietnam) dan Kota Ping Xiang (Tiongkok) berfoto bersama di Program silaturahmi "Selendang merah persahabatan anak-anak di kawasan perbatasan Lang Son (Vietnam) - Guangxi (Tiongkok)" (Foto: Anh Tuan/VNA) |
Seiring dengan kegiatan-kegiatan silaturahmi rakyat, pemerintahan daerah dua provinsi dari dua negara juga mengadakan berbagai pembicaraan dan pembahasan pengalaman dalam mengembangkan ekonomi, melestarikan dan mengembangkan identitas kebudayaan bangsa masing-masing negara. Pemerintahan, rakyat dua pihak juga memanifestasikan tekad bersama yaitu saling mempertahankan keamanan di dusun, menaati dengan serius hukum dua negara. Bapak Nguyen Van Thinh, Wakil Ketua Komite Rakyat Kabupaten Cao Loc, Provinsi Lang Son memberitahukan:
Hubungan yang erat dan terkait antara pemerintahan dan warga di daerah perbatasan Provinsi Lang Son (Vietnam) dengan Zona Otonomi Suku Zhoang, Provinsi Guangxi (Tiongkok) selama bertahun-tahun ini telah turut membangun garis perbatasan Vietnam-Tiongkok yang damai dan bersahabat. Di antaranya persahabatan dan solidaritas antara kalangan pemuda dan pionir dua pihak justru melanjutkan dan mengembangkan semangat “Vietnam-Tiongok yang bersahabat dan berada selama-lamanya”, menjadi jembatan penghubung yang penting untuk membawa hubungan kerja sama perbatasan pada khususnya dan hubungan persahabatan antara dua negara pada umumnya semakin stabil dan berkembang secara berkesinambungan.








