logo

Resolusi Nomor 79 dan Resolusi Nomor 80: Menangani Dua Tuntutan Mendasar: Memperkuat “Kekuatan Internal Material” dan Memperkokoh “Kekuatan Internal Spiritual”

2026/2/25 | 09:33:00
(VOVWORLD) - Pada Rabu pagi (25 Februari), di Kota Hanoi, Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) mengadakan konferensi nasional untuk mempelajari, memahami, dan menerapkan Resolusi Nomor 79-NQ/TW Politbiro tentang pengembangan ekonomi negara dan Resolusi Nomor 80-NQ/TW Politbiro tentang pengembangan kebudayaan Vietnam. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KS PKV To Lam hadir dan memimpin konferensi tersebut. Hadir juga dalam konferensi tersebut Presiden Luong Cuong; Perdana Menteri Pham Minh Chinh; Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man; dan Anggota Tetap Sekretariat Tran Cam Tu.

Ini adalah konferensi sangat penting, yang diadakan secara langsung di Aula Dien Hong, Gedung Majelis Nasional, dikombinasikan dengan partisipasi daring ke 27.284 lokasi di tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan, zona istimewa, organisasi partai di berbagai sektor termasuk tentara, pasukan keamanan publik, dan pelaku usaha, dengan lebih dari 2 juta delegasi yang hadir. Konferensi ini disiarkan langsung di Radio Suara Vietnam, ditayangkan langsung di Televisi Vietnam, dan di berbagai platform digital.

Panorama konferensi tersebut (Foto: VOV)

Dalam pidato arahan di Konferensi tersebut, Sekjen To Lam menekankan bahwa Resolusi 79 dan Resolusi 80 merupakan tambahan pada keputusan politik utama Partai, yang dibentuk berdasarkan rangkuman mendalam dari pengalaman nyata dan pengembangan teori dalam konteks negara yang memasuki tahap pembangunan baru. Tujuannya adalah  mengatasi dua tuntutan mendasar: memperkuat “kekuatan internal material” dan memperkokoh “kekuatan internal spiritual”.

Mengenai Resolusi 79, Sekjen To Lam menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi milik negara, bersama dengan ekonomi swasta, telah membentuk dua pilar penting dari ekonomi pasar berorientasi sosialis. Namun, untuk benar-benar merebut “titik-titik strategis utama” perekonomian, sektor ekonomi milik negara harus menunjukkan peran kepemimpinannya melalui kapasitas kepemimpinan dan efisiensinya. Sekjen To Lam menekankan:

“Ekonomi negara harus berfungsi sebagai pilar pemimpin bagi sektor swasta. Ekonomi negara yang kuat tidak boleh digunakan untuk mendominasi, melainkan bertindak sebagai “penopang”, “pembuka jalan”, dan “pendorong” bagi perusahaan swasta untuk berpartisipasi lebih intensif dalam rantai nilai dan mengembangkan industri penunjang, sehingga meningkatkan tingkat kandungan lokal, dari situ membentuk klaster industri dengan perusahaan-perusahaan terkemuka yang mampu bersaing di tingkat regional dan global. Jika ekonomi negara secara efektif memainkan peran pemimpinnya, sektor swasta akan memiliki fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan, dan kekuatan umum ekonomi akan meningkat secara signifikan”.

Mengenai Resolusi 80, Sekjen To Lam menegaskan bahwa budaya tidak hanya mendampingi pembangunan, tetapi juga harus berada di “posisi terdepan”, menjadi fondasi untuk membentuk kualitas manusia dan kualitas bangsa. Jika ekonomi menentukan kemampuan untuk bergerak cepat, maka “budaya menentukan kemampuan untuk melangkah jauh”.

Sekjen To Lam berbicara pada konferensi (Foto: VOV)

Sekjen To Lam menegaskan bahwa Resolusi 79 dan Resolusi 80 bukan hanya dua kelompok tugas yang berjalan paralel, tetapi merupakan struktur pembangunan terpadu yang saling melengkapi dan mendukung:

Yang terpenting adalah pelaksanaannya. Memahami Resolusi berarti mengambil tindakan, mengambil tindakan berarti menciptakan perubahan, dan perubahan berarti dimana masyarakat dapat merasakannya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kenyataan. Oleh karena itu, saya meminta agar segera setelah Konferensi ini, Komite Partai, Organisasi Partai, kementerian, instansi, dan daerah harus segera membuat program aksi dan rencana pelaksanaan konkret, dengan secara jelas menetapkan tanggung jawab masing-masing, terutama tanggung jawab kepala setiap organisasi. Kita harus dengan tegas memperbaiki sikap menghindari, pengelakan tanggung jawab, dan formalisme”.

Sekjen To Lam menyatakan keyakinannya bahwa kedua resolusi tersebut akan segera diterapkan dalam praktik kehidupan, menciptakan perubahan yang nyata dan berkontribusi pada pembangunan Vietnam yang berkembang pesat, berkelanjutan, mandiri, percaya diri, dan kuat di era baru.

TAG
VOV/VOVworld/Resolusi Nomor 79 dan Resolusi Nomor 80/Sekjen To Lam/ekonomi milik negara/kebudayaan Vietnam

Yang lain