Sekjen KS PKV To Lam pada sidang pembukaan Dewan Perdamaian (Foto: VNA) |
Sekjen To Lam mengapresiasi prestasi kerja sama antara kedua negara di bidang politik, ekonomi, perdagangan, keamanan, pertahanan, dan silaturahmi rakyat, dan menyatakan harapannya agar kedua pihak lebih meningkatkan hubungan tersebut. Beliau juga menyambut baik hasil positif yang dicapai dalam proses negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik. Sekjen KS PKV menyatakan bahwa lembaga-lembaga Vietnam akan terus berkoordinasi erat dengan pihak AS untuk segera menyelesaikan perjanjian tersebut. Sekjen menginginkan agar Presiden Donald Trump dan pelaku bisnis AS akan menghadiri Pekan Tingkat Tinggi APEC di Vietnam pada tahun 2027.
Sementara itu, Perwakilan Perdagangan AS, Duta Besar Jamieson Greer, menekankan bahwa Vietnam adalah salah satu mitra dagang penting bagi Amerika Serikat; Penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan komprehensif hubungan antara kedua negara. Duta Besar Jamieson Greer menyampaikan bahwa negosiasi mengenai perjanjian perdagangan yang timbal balik, adil, dan seimbang antara Vietnam dan AS telah mencapai kemajuan signifikan dan memasuki tahap yang menentukan.
Panorama sidang tersebut (Foto: VNA) |
Pada sore hari yang sama (19 Februari), Sekjen To Lam melakukan pembicaraan telepon dengan mantan Senator Patrick Leahy (Demokrat - Vermont), seorang teman dekat dan mitra Vietnam. Dalam pembicaraan tersebut, Sekjen To Lam menghargai komitmen berkelanjutan pemerintahan Trump terhadap hubungan dengan Vietnam yang didasarkan pada penghormatan terhadap sistem politik, kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Vietnam. AS terus menghargai sentralitas ASEAN, memperkuat kerja sama dengan kawasan tersebut, sehingga berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan.
Senator Patrick Leahy menekankan bahwa hubungan Vietnam-AS adalah model rekonsiliasi, yang dibangun atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama; menegaskan dukungan dan kontribusinya yang berkelanjutan untuk mendorong kerja sama dan memperkuat hubungan antara kedua negara.








