Ibu Victoria Kwakwa, Direktur Nasional WB di Vietnam, mengatakan: “
Satu pelajaran teramat penting yang saya tarik dari proyek ini ialah semua komitmen di tingkat paling tinggi dari para pemimpin Vietnam, yang dimanifestasikan melalui usaha mengutamakan strategi pengembangan dan penerapan teknologi, serta investasi yang aktif pada sumber daya manusia. Ini merupakan satu prestasi yang amat penting yang dicapai Vietnam terbanding dengan banyak negara lain di dunia”.
Pada latar belakang proses globalisasi sedang berlangsung secara semakin kuat, semua Pemerintah berjalan seperjalanan dengan warga negara dan badan usaha untuk melakukan persaingan secara adil. Jika tetap hidup dengan bentuk tradisional, Pemerintah akan menghadapi sangat banyak kesulitan ketika menjalankan peranannya. Lahirnya E-Government bisa dengan mudah memenuhi tuntutan ini dengan cara menerapkan teknologi modern, mempersempit ruang dan menghemat waktu, menciptakan kemampuan mengontrol “resiko global” secara efektif. Bagi Kemlu, penerapan dan peningkatan teknologi informasi merupakan satu bukti yang jelas dalam proses integrasi. Untuk pertama kalinya pada triwulan pertama 2014, satu sistim pengelolaan pemberian visa secara online resmi digelarkan Kemlu Vietnam di dalam negeri dan di 95 kantor perwakilan diplomatik di luar negeri, turut memperpendek waktu penerimaan dokumen, memperbaiki proses manajemen imigrasi serta memperkuat manajemen instansi secara ilmiah dan hemat.
Nguyen Nhu Trung, Wakil Direktur Pusat Informasi, Kemlu Vietnam, menegaskan: “Proyek pengembangan teknologi informasi dan komunikasi Vietnam merupakan satu proyek yang sukses. Pertama, ia telah berhasil menciptakan satu infrastruktur dalam hal kebijakan, dalam hal sumber daya manusia serta infrastruktur teknik, membantu Vietnam bisa mendorong penerapan E-Government di Vietnam. Proyek ini juga membantu beberapa satuan lain misalnya Kemlu Vietnam membangun pusat data, menggelarkan pemberian visa secara online”.
Menciptakan satu administrasi publik yang modern dan sesuai dengan kecenderungan integrasi
Pada tahun-tahun belakangan ini, teknologi informasi dan komunikasi Vietnam telah menjadi salah satu dari instansi yang mencapai laju perkembangan cepat, semakin memainkan peranan yang penting dalam usaha pengembangan sosial-ekonomi Tanah Air, turut melakukan reformasi administrasi, meningkatkan daya saing badan-badan usaha, turut memberikan sumbangan yang aktif kepada pemasokan informasi demi kepentingan rakyat, baik di daerah pedesaan, daerah pedalaman, daerah pelosok maupun komunitas diaspora Vietnam di luar negeri.
Vietnam sekarang menargetkan menjadi satu diantara 70 negara yang punya cabang teknologi informasi-telekomunikasi yang berkembang papan atas di dunia pada 2020. Sebagai salah satu diantara negara-negara yang punya jumlah pengguna internet yang meningkat paling cepat setiap tahun, menduduki prosentase kira-kira 40% jumlah penduduk, penggelaran secara sukses proyek pengembangan teknologi dan komunikasi pada awalnya telah berangsur-angsur merealisasikan target E-Government di Vietnam. Tidak hanya menciptakan satu administrasi publik yang modern dan sesuai dengan kecenderungan integrasi saja, melainkan juga turut meningkatkan sifat demokrasi dengan cara membawa Pemerintah lebih dekat dengan rakyat dan sebaliknya./.