Ketika mendengarkan suara pesawat di udara Kota Ho Chi Minh pada hari-hari peringatan HUT ke-50 Pembebasan Vietnam Selatan kali ini, banyak kenangan dalam diri Letnan Kolonel,veteran perang Vu Dinh Muon telah terbangun kembali. Itu adalah hari pada 50 tahun yang lalu, ketika unit dia diberikan perintah untuk meninggalkan medan perang Tay Nguyen, dengan cepat melakukan mars untuk berpartisipasi pada Operasi Ho Chi Minh bersejarah dengan semangat “bertekad bertempur dan bertekad menang”. Waktu itu, Letnan Kolonel Vu Dinh Muon menjabat Wakil Kepala Kompi 5, Batalyon 5, Resimen 24, Divisi 10. Divisi dia meliputi tank, kendaraan lapis baja, artileri penangkis udara, mobil pengangkut prajurit, mobil-mobil yang dipasang bendera pembebasan semuanya menerobos daerah persawahan Cu Chi, menuju ke Kota Sai Gon.
Bendera pembebasan berkibar di Bandara Tan Son Nhat (Foto: Quang Thanh/VNA) |
Suara ledakan meriam bergema di bandara Tan Son Nhat, memulai serangan yg dilakukan tentara pembebasan terhadap pangkalan penting dari Pemerintahan Sai Gon. Resimen 24 pimpinan Letnan Kolonel Vu Dinh Muon bertugas melakukan serangan dalam dari sebelah Selatan-Barat Daya ke Markas Kepala Staff Pemerintahan Boneka. Ini merupakan sasaran-sasaran penting utama dari operasi. Sampai waktu lohor tgl 30 April, tentara telah sepenuhnya menguasai bandara Tan Son Nhat. Bendera pembebasan telah berkibar -kibar di bandara di tengah-tengah kegembiraan dari para para prajurit yang gagah berani. Letnan Kolonel Vu Dinh Muon mengenangkan kembali:
“Semua perwira dan prajurit telah menegaskan tanggung jawabnya dan merasa bangga karena dapat ikut pada pertempuran terakhir untuk membebaskan Vietnam Selatan. Maka mereka sangat gembira. Semangat bertempur yang gagah berani dari saya diri dan kawan sekesatuan telah menduduki dan merebut tujuan terakhir yaitu bandara Tan Son Nhat”.
Pada malam hari penyatuan yang pertama, Letnan Kolonel Vu Dinh Muon dan para kawan sekesatuan telah menikmati jamuan kecil untuk merayakan hari pembebasan Vietnam Selatan, tanah air telah menjadi satu. Pada malam itu, Letnan Kolonel Vu Dinh Muon dan kawan sekesatuannya telah tidur di tempat tidur gantung di pusat komando informasi di bandara. Itu adalah malam tanpa ada suara senapan setelah bertahun-tahun, hanya ada suara-suara alami dari sebuah negara yang damai. Letnan Kolonel Vu Dinh Muon memberitahukan:
“Setelah hari pembebasan, kami terus melakukan patroli untuk membela bandara Tan Son Nhat serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah yang dilimpahkan kepada kami, menjamin kesiagaan tempur dan menerima tugas selanjutnya. Pada hari-hari libur, kami menulis surat untuk dikirim kepada keluarga di Vietnam Utara”.
Tentara pembebasan memasuki Bandara Tan Son Nhat (Foto: Quang Thanh/VNA) |
Para prajurit “yang bertempur mati-matian” pada tahun itu seperti Letnan Kolonel Vu Dinh Muon dewasa ini sudah lanjut usia. Di tengah-tengah suasana gembira dari hari-hari bulan April yang bersejarah, para kawan sekesatuan berkumpul bersama-sama mengisahkan kembali masa dulu. Separuh abad sudah lewat, tapi setiap kali menyebut kembali pertempuran di bandara Tan Son Nhat, di samping kegembiraan juga terkenang pada para kawan sekesatuan yang telah gugur hanya beberapa jam saja sebelum saat pembebasan. Bapak Dinh Trong Khai, seorang yang bersama-sama dengan Letnan Kolonel Vu Dinh Muon berpartisipasi pada pertempuran di Bandara Tan Son Nhat memberitahukan:
“Di medan perang, kami saling mencintai melebihi sanak keluarga sendiri. Perdamaian sangat gembira, tapi rindu akan para kawan sekesatuan yang telah gugur di medan perang, tidak dapat hidup menikmati hari-hari perdamaian”.
Para prajurit seperti Letnan Kolonel Vu Dinh Muon merupakan saksi mata sejarah tentang patriotisme. Kisah-kisah yang mereka tinggalkan membantu generasi muda lebih mengerti tentang satu generasi muda yang gagah berani, tidak menyayangkan jiwa dan raga, gugur demi penyatuan tanah air.








