Terletak di Jalur setapak Ho Chi Minh dan tersembunyi di tengah barisan Pegunungan Truong Son yang megah, Taman Nasional Vu Quang dimisalkan sebagai “Permata Hijau” dari Provinsi Ha Tinh. Untuk bisa memasuki Taman Nasional Vu Quang, pengunjung harus menaiki perahu selama sekitar satu jam melintasi Danau irigasi Ngan Truoi.
![]() Taman Nasional Vu Quang dianggap sebagai "Mutiara Hijau" Provinsi Ha Tinh. (Foto: Kim Lieu/VOV5)
|
Taman nasional ini menyimpan banyak sumber daya genetik yang sangat berharga bagi upaya konservasi. Di antaranya, ada berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang terancam punah dan langka, tercantum dalam Daftar Merah IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam / International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dan Buku Merah Vietnam, yang perlu menjadi prioritas utama dalam pelestarian dan perlindungan secara ketat.
Di Taman Nasional Vu Quang, para peneliti telah mencatat lebih dari 1.600 spesies tumbuhan tingkat tinggi. Di antaranya, ada 94 spesies tumbuhan langka yang tercatat dalam Daftar Merah Vietnam dan Daftar Merah IUCN. Khususnya, di Taman Nasional Vu Quang ada hingga 686 spesies tanaman yang digunakan sebagai obat-obatan, dan 339 spesies pohon berkayu. Kelompok pohon kayu merupakan kelompok tumbuhan penting dengan berbagai jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti “po mu” (nama ilmiah Fokienia), “vang tam” (nama ilmiah Magnolia fordiana), … dan lain-lain. Bapak Nguyen Danh Ky, Direktur Taman Nasional Vu Quang, menegaskan.
“Pada tahun 2018, Taman Nasional Vu Quang mendapat kehormatan diakui sebagai Taman Warisan ASEAN. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi Taman Nasional Vu Quang, Provinsi Ha Tinh, dan juga bagi Vietnam di kancah internasional di bidang pelestarian keanekaragaman hayati. Saat ini, kami melindungi secara ketat zona biosfer dan zona konservasi keanekaragaman hayati yang memiliki pengaruh penting ini”.
![]() Spesies satwa liar langka telah dilepasliarkan ke alam. (Foto: Kim Lieu/VOV5)
|
Sistem fauna di Taman Nasional Vu Quang juga sangat beragam dan banyak jumlahnya. Berdasarkan pada hasil penelitian, taman ini memiliki 94 spesies hewan, 315 spesies burung, 58 spesies reptil, 88 spesies ikan dan 316 spesies kupu-kupu. Di antaranya, terdapat 26 spesies hewan, 10 spesies burung, dan 16 spesies reptil langka yang perlu dilindungi. Taman Nasional Vu Quang juga merupakan tempat pertama di dunia ditemukan dua spesies hewan langka: Sao La (spindelhorn ) (tahun 1992) dan Kijang raksasa yang juga dikenal sebagai Kijang raksasa Vu Quang (Mang Vu Quang) (tahun 1993).
Bapak Tran Binh Tu, mantan staf Taman Nasional Vu Quang, mengenang kembali: “Sao La di Vietnam memiliki tanduk yang lurus dan berwarna hitam, dengan dua tanduk berdiri sejajar secara vertikal. Spesies Sao La ini hanya ditemukan di Taman Nasional Vu Quang. Para jurnalis dan ilmuwan dari Vietnam maupun dunia terheran bertanya-tanya bagaimana bisa Vietnam masih memiliki kawasan hutan yang kaya akan keanekaragaman hayati seperti itu”.
Petugas Taman Nasional Vu Quang melepaskan satwa yang telah dirawat dan diselamatkan kembali ke habitat alaminya. (Foto: Kim Lieu/VOV5) |
Selama ini, Komponen Konservasi Keanekaragaman Hayati (Proyek VFBC) yang disponsori Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) telah memberikan bantuan kepada Taman Nasional Vu Quang dalam pelatihan dan pelaksanaan survei keanekaragaman hayati dengan menggunakan 85 unit kamera jebakan; melakukan penilaian tentang ancaman terhadap keanekaragaman hayati dengan menggunakan alat bernama SMART.
Bapak Nick Cox, Komponen Konservasi Keanekaragaman Hayati yang disponsori USAID dalam proyek VFBC, menyatakan: “Taman Nasional Vu Quang merupakan salah satu dari sedikit hutan di Vietnam yang masih memiliki gajah dan kijang besar, yang belakangan ini hanya terlihat di beberapa situs web. Ini merupakan tanda positif bahwa upaya konservasi di Taman Vu Quang telah berhasil melindungi satwa liar secara efektif. Melalui Komponen Konservasi Keanekaragaman Hayati yang disponsori USAID dalam proyek VFBC, Badan pengelola dan staf Taman Nasional Vu Quang kini dapat terus meningkatkan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Tidak hanya berhasil dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati, setiap tahun Taman Nasional Vu Quang juga menerima, merawat, dan berhasil melepasliarkan ratusan satwa liar kembali ke alam. Data statistik menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, taman ini telah menerima dan merawat 642 individu satwa, dan telah melepasliarkan 587 individu kembali ke hutan.
Dengan upaya yang tidak henti-hentinya, Taman Nasional Vu Quang layak disebut sebagai kawasan dengan ekosistem yang paling beragam di Vietnam, yang berperanan penting dalam kekayaan dan keberlanjutan ekosistem alami dari tanah air.








