Ta Xua terletak di ketinggian 1.500m di atas permukaan laut, Ta Xua saat ini memiliki lebih dari 200 hektare tanaman teh Shan Tuyet; di antaranya, hampir setengahnya adalah pohon teh kuno. (Foto: VOV)
Pohon teh dengan tingginya puluhan meter di Ta Xua tumbuh secara berselang seling di hutan. (Foto: VOV)
Foto: Orang-orang di Kecamatan Ta Xua memetik teh kuno Shan Tuyet. Foto: VNA
Jenis pohon teh hutan yang disebut Shan Tuyet di Vietnam adalah jenis Camellia yang mengandung lebih banyak kation daripada teh lain di negara-negara tetangga. Pohon-pohon kecil juga ditutupi lumut. (Foto: VOV)
Bunganya juga lebih kokoh. (Foto: VOV)
Tidak diairi, di semprotkan dengan pestisida, tanaman teh menumpuk esensi pada kecambah kecil secara alami. (Foto: VOV)
Warga etnis minoritas Mong pergi memetik teh dengan santai di lểng gunung. Satu tangan untuk memetik, yang lain untuk beristirahat. (Foto: VOV)
Teh Shan Tuyet adalah jenis teh dengan kuncup besar berwarna putih keabu-abuan, di bawah daun teh ditutupi lapisan bulu kapas. (Foto: danviet.vn)
Teh yang sudah dipetik dibawa ke tempat penjemuran sementara, terkadang harus diputar agar kering merata. (Foto: VOV)
Kualitas pengeringan teh bergantung pada pengalaman orang yang melakukannya. (Foto: VOV)
Setiap minggu sebuah keluarga hanya dapat menghasilkan beberapa kilogram teh. (Foto: VOV)
Teh Ta Xua (Kabupaten Bac Yen, Provinsi Son La) adalah salah satu jenis teh paling unik menurut gaya minum teh Vietnam.