Dalam pernyataannya, The Fed mengatakan: "Dampak perkembangan di Timur Tengah terhadap perekonomian AS belum dapat dipastikan". The Fed menegaskan bahwa "ketidakpastian mengenai prospek ekonomi tetap tinggi", dan menambahkan: "Pertumbuhan lapangan kerja tetap rendah, dan tingkat pengangguran hampir tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, inflasi tetap berada pada level yang relatif tinggi."
Para analis menganggap bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah memicu peningkatan harga minyak global secara drastis dan mungkin mendorong inflasi serta menghambat pertumbuhan, para pembuat kebijakan The Fed sulit untuk mengambil tindakan segera. Sebelum merebaknya konflik di Timur Tengah, kalangan ahli memperkirakan penurunan suku bunga pada musim panas ini dan kemungkinan akan diikuti penurunan berikutnya di akhir tahun ini.








