Panorama pembicaraan telepon tersebut (Foto: Lai Hoa/VOV) |
Di samping itu kedua belah pihak berkoordinasi mendorong percepatan implementasi Naskah MoU tentang kerja sama di bidang permigasaan antara Perusahaan Eksplorasi dan Eksploitasi Permigasan Vietnam (PVEP) dan Perusahaan Eksplorasi dan Eksploitasi Permigasan Angola (Sonagol E&P) serta kegiatan eksploitasi bahan bakar dari Grup Xuan Thien.
PM Pham Minh Chinh menyampaikan pidato dalam pembicaraan telepon tersebut (Foto: Lai Hoa/VOV) |
Mengenai hubungan bilateral, PM Pham Minh Chinh meminta kepada kedua negara perlu terus berkoordinasi erat untuk melaksanakan seluruh dan kesepakatan secara efektif, khususnya di sektor-sektor unggulan. Kedua belah pihak mendorong penggelaran mekanisme-mekanisme yang sedang ada. PM Pham Minh Chinh menginginkan agar Angola aktif mendukung Vietnam untuk memperluas hubungan dengan Liga Afrika (AU), khususnya di sektor-sektor prioritas seperti pemeliharaan perdamaian, pertanian, kesehatan, pendidikan, transformasi digital. PM Pham Minh Chinh sekaligus menegaskan Vietnam siap mendukung Angola untuk mendorong hubungan dengan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Presiden Republik Angola, Joao Manuel Goncalves Lourenco (Foto: Lai Hoa/VOV) |
Di lain pihak, Presiden Republik Angola, Joao Manuel Goncalves Lourenco menegaskan selalu mengapresiasi hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik dengan Vietnam. Angola menyatakan bersiapannya untuk mendorong peluang kerja sama antara kedua kekuatan ekonomi, menginginkan agar kedua negara akan terus mendorong pertukaran delegasi antara Pemerintah maupun antarperusahaan kedua pihak. Terkait situasi konflik di Timur Tengah saat ini, Presiden Angola menyatakan bahwa negara-negara yang terdampak perlu berdiskusi dan berkoordinasi untuk mengurangi dampak negatif. Kedua pemimpin sepakat untuk bersama-sama mengatasi semua kesulitan dalam menjamin ketanahan energi, dan sepakat memperkuat kerja sama energi antara kedua negara pada waktu mendatang.








