Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh mengepalai delegasi tingkat tinggi Vietnam menghadiri Konferensi tersebut, bertujuan menegaskan pesan Vietnam selalu proaktif dalam mengkonservasikan dan menggunakan secara berkelanjutan laut, sumber daya laut dan bersedia memberikan kontribusi pada upaya bersama dari dunia internasional di bidang ini.
PM Pham Minh Chinh berbicara di depan sidang paripurna ke-4 Forum Keuangan dan Ekonomi Hijau (Foto: VOV) |
Dengan tema: “Mempercepat Aksi dan memobilisasi semua pihak supaya ikut mengkonservasikan dan menggunakan secara berkelanjutan samudra” UNOC 3 merupakan peluang bagi para pemimpin dunia untuk mendiskusikan dan mengusahakan solusi serta komitmen-komitmen bagi masalah mengkonservasikan laut pada beberapa dekade mendatang.
Bersama-sama Melakukan Investasi untuk Memulihkan Perekonomian Samudra
Isi-isi diskusi di Konferensi kali ini sangat beranekaragam, merupakan masalah-masalah yang sedang dihadapi komunitas internasional dan perlu untuk mendorong kerja sama internasional. Yaitu menyerap, menganekaragamkan sumber-sumber keuangan, sains-teknologi untuk bisa menangani tantangan-tantangan dan manajemen laut secara efektif, memberikan kepentingan tentang pembangunan yang berjangka panjang.
Oleh karena itu, berpartisipasi dan memberikan kontribusi pada UNOC 3 merupakan peluang bagi Vietnam untuk memperkenalkan semua prestasi yang telah dicapai dalam proses melaksanakan Tujuan-tujuan pembangunan milenium PBB, terutama di bidang mengkonservasikan lingkungan laut, tukar-menukar pengalaman internasional dan memperkuat kerja sama tentang sains-teknik, peralatan, keuangan dalam melaksanakan semua target pengembangan ekonomi kelautan Vietnam.
Di atas semangat itu, ketika menghadiri dan menyampaikan pidato di sidang paripurna ke-4 Forum Keuangan dan Ekonomi Hijau pada tgl 08 Juni, satu kegiatan titik berat yang berlangsung menjelang upacara pembukaan UNOC 3, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa untuk mengkonservasikan dan mengembangkan secara berkelanjutan samudera, tidak kurang kerja sama global.
“Memperkuat investasi dalam meneliti dan mengembangkan penerapan sains –teknologi laut, memperhebat transfer teknologi dalam bekerja sama meneliti dan berbagi pengalaman, bersinergi membuat sistem data. Memperkuat mobilisasi penggunaan dengan efektif pembangunan yang berkesinambungan ekonomi kelautan. PBB menjadi pusat, hukum internasional menjadi fondasi, kerja sama internasional menjadi motivasi yang memimpinnya”.
Ketika mengajukan bahwa samudra menduduki 70 persen permukaan bumi, tapi masalah mengkonservasikan dan menggunakan secara berkesinambungan samudra memiliki jumlah investasi yang terendah di antara 17 target pembangunan yang berkelanjutan dari PBB, PM Pham Minh Chinh menyatakan bahwa ini merupakan sebuah paradoks dan lebih dari sebelumnya, negara-negara perlu bekerja sama dengan cara pendekatan seluruh masyarakat, komprehensif dan global.
“Memperkuat konektivitas lintas benua, lintas kawasan, lintas nasional dan manajemen global terhadap samudra biru. Negara memimpin, badan usaha berjalan di depan, warga bersinergi. Organisasi internasional menjadi pembina dan negara-negara yang berkembang membantu dan menciptakan sistem ekosistem keuangan samudra yang biru. Vietnam bersedia berjalan di depan dalam melakukan eksperimen pola tersebut”.
Vietnam Berkomitmen Demi Satu Samudra Biru
Vietnam memiliki garis pantai sepanjang 3.000 Km, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa ini tidak hanya merupakan konsep geografis, tapi merupakan identitas budaya dan jiwa nasional Vietnam. Mengembangkan ekonomi kelautan secara efektif dan berkelanjutan menjadi tuntutan obyektif, dan keniscayaan, pilihan strategis bagi Vietnam untuk mengarungi laut, merealisasikan tujuan menjadi negara laut yang kuat dan menjadi negara yang berpendapatan tinggi pada tahun 2045.
Untuk menciptakan kutub-kutub pertumbuhan laut biru, mengkonektivitaskan pusat-pusat ekonomi, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa Vietnam bersedia berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif untuk mengembangkan jaringan penting ini di Laut Timur, satu perairan strategis di dunia.
“Setiap negara, setiap bangsa, meskipun mempunyai perbedaan tentang institusi, politik, tingkat perkembangan tentang budaya-ekonomi dan sebagainya, tapi kita mempunyai misi bersama, yaitu bersama-sama melestarikan dan melindungi Samudra biru untuk dewasa ini dan masa depan. Sebagai sebuah negara laut, Vietnam berkomitmen menjadi mitra yang tepercaya, bersedia berjalan seperjalanan dalam upaya global untuk melindungi samudra, mitra positif yang bersedia ikut memimpin mekanisme-mekanisme kerja sama tentang pembangunan hijau dan berkesinambungan. Sebagai mitra yang bertanggung jawab dan bersedia memberikan inisiatif-inisiatif keuangan laut biru yang setara dan berkelanjutan”.
Dengan semangat itu, ketika menghadiri serangkaian kegiatan di UNOC 3, PM Vietnam mengirim pesan dan komitmen kuat dari Vietnam dalam mendorong kerja sama multilateral dalam mengkonservasikan dan mengembangkan samudra secara berkelanjutan dan aktif memberikan kontribusi lebih banyak pada masalah-masalah global.








