Demikian pesan utama “Forum Pemulihan dan Hubungan kemitraan: Mengarahkan pertumbuhan regional di konteks destabilitas global” pada tgl 01 Agustus di Jakarta, Ibukota Indonesia.
Panorama forum tersebut (Foto: VOV) |
Forum tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Persahabatan Indonesia-Vietnam dengan partisipasi banyak pejabat pemerintah Vietnam dan Indonesia, pimpinan badan usaha dan mitra sektor swasta serta para sarjana dan pakar di kawasan.
Di forum tersebut, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Armanatha Christiawan Nasir menyatakan bahwa pada latar belakang peningkatan kebijakan-kebijakan proteksi perdagangan dan rintangan tarif di dunia sekarang, negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu bekerja sama. Dengan peranan sebagai anggota penting di ASEAN, kerja sama Vietnam-Indonesia bisa menciptakan motivasi-motivasi baru bagi kawasan.
Sementara itu, ketika menilai potensi kerja sama antara dua negara di situasi baru, Menteri Koordinator Ekonomi Indonesia, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa di samping bidang-bidang seperti motor, peralatan industri, perlistrikan, jasa perhotelan dan restoran, dan cabang perikanan, Indonesia ingin mendorong ekosistem kendaraan listrik dan teknologi.
“Vietnam telah menandatangani satu Surat niat kerja sama di bidang pengembangan ekonomi digital dan pembangunan kemampuan teknis, hal ini sangat penting bagi Indonesia. Event hari ini menunjukkan bahwa Vietnam dan Indonesia bisa bersama-sama bekerja sama mengurangi bahaya akibat semua destabilitas global”.








