|
Ketika memimpin pembicaraan tersebut, Nguyen Duc Loi, Wakil Harian Ketua Persatuan Wartawan Vietnam, memberitahukan bahwa Vietnam dan Indonesia merupakan dua negara penting dalam ASEAN, di antaranya pers memainkan peranan sebagai jembatan penghubung informasi, mendorong hubungan antara dua negara, dua bangsa. Dia juga percaya bahwa kunjungan Persatuan Wartawan Indonesia kali ini merupakan peluang bagi kedua pihak untuk membahas solusi dan cara guna memperkuat lebih lanjut hubungan kerja sama antara pers dua negara.
Ada banyak kantor berita Vietnam-Indonesia yang sudah menggalang hubungan kerja sama, misalnya Kantor Berita Vietnam dan Kantor Berita Antara, antara Radio Suara Vietnam (VOV) dan Radio Republik Indonesia (RRI). Penguatan pemberian informasi yang dilakukan pers tentang situasi dua negara akan membantu publik mengerti secara lebih jelas tentang dua negara, melalui itu turut memperkuat perhatian dan pengertian satu sama lain antara publik dua negara.
|
Dalam pembicaraan tersebut, Bapak Sihono, Direktur Pers Pancasila Persatuan Wartawan Indonesia wilayah Yogyakarta, kepala delegasi Persatuan Wartawan Indonesia menyatakan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Persatuan Wartawan Vietnam, Setelah mengunjungi Museum Pers Vietnam, dia memberitahukan sangat terkesan dengan sejarah pers Vietnam dan skala museum:
Dalam temu kerja tersebut, Persatuan Wartawan Vietnam dan Persatuan Wartawan Indonesia telah membahas secara sangat terbuka tentang banyak isu yang menjadi minat bersama, di antaranya ada kebebasan pers, berbagai tantangan dan peluang pers dalam lingkungan media digital, penggunaan media sosial, penerapan kecerdasan buatan dalam kegiatan pers dan media. Dari situ mengeluarkan pengalaman dan solusi yang efektif dalam konteks baru, memperkuat lebih lanjut pengertian satu sama lain, membuka peluang-peluang kerja sama di masa depan.
Di akhir pembicaraan, para utusan mengajukan pandangan yang sama bahwa perlu memperkuat lebih lanjut hubungan persahabatan dan kerja sama antara pers dua negara pada waktu mendatang. Di antaranya, memperhatikan untuk terus memperhebat lebih lanjut pengiriman rombongan kerja pers untuk bertukar kejuruan antara dua asosiasi wartawan; menciptakan syarat bagi media massa dan kantor berita luar negeri kedua negara untuk mempublikasikan berita tentang dua negara./.








