Salah satu hal baru dan menonjol dalam CAEXPO tahun ini adalah, untuk pertama kalinya, panitia penyelenggara membuka area pameran khusus yang menampilkan kebutuhan negara-negara ASEAN, dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), kota pintar, pengembangan kawasan industri, serta pariwisata budaya. Selain itu, panitia juga memperkenalkan berbagai proyek konkret beserta kebutuhan penerapan praktisnya, sehingga memperluas tujuan dan peluang keikutsertaan dalam pameran.
Huang Xin, penanggung jawab Hubungan Luar Negeri, Badan Sekretariat CAEXPO 2026, mengatakan: “Salah satu hal yang menjadi sorotan utama di area pameran ASEAN tahun ini adalah fokus pada produk-produk berteknologi tinggi. Durian, kopi, dan berbagai produk unggulan ASEAN lainnya tentu tetap akan diperkenalkan. Kedua, skala partisipasi juga lebih besar. Negara-negara seperti Vietnam dan Indonesia secara aktif meminta perluasan area gerai, yang menunjukkan semakin besarnya daya tarik CAEXPO”.
CAEXPO digagas pada 2003 dan secara resmi diselenggarakan setiap tahun mulai 2004. Pameran ini berperan dalam mendorong peningkatan nilai perdagangan ASEAN–Tiongkok, dari sekitar 54,7 miliar dolar AS pada 2002–2003 menjadi lebih dari 1 triliun dolar AS pada 2025, dan terus mencapai lebih dari 744 miliar dolar AS hanya dalam tujuh bulan pertama 2026.
Pada tahun ini, Vietnam kembali berpartisipasi dalam CAEXPO 2026 dengan skala yang lebih besar, dengan total area pameran sekitar 3.000 meter persegi dan 170 gerai, sehingga menjadi salah satu negara ASEAN dengan area pameran terbesar di CAEXPO 2026.





