Rancangan tersebut mengusulkan tambahan dana sebesar 60 miliar dolar AS untuk militer guna mendukung operasi militer terkait konflik dengan Iran.
Berdasarkan draf resolusi setebal 47 halaman tersebut, Komite Angkatan Bersenjata DPR akan dialokasikan tambahan dana tersebut untuk mengisi kembali persediaan senjata, meningkatkan kemampuan militer, dan memenuhi kebutuhan yang timbul akibat konflik dengan Iran. Selain itu, rancangan tersebut juga mengalokasikan 13 miliar dolar AS untuk program-program intelijen dan 12 miliar dolar AS guna mendukung sektor pertanian, yang terdampak oleh kenaikan harga energi dan pupuk akibat ketidakstabilan di Timur Tengah.
Namun, nominal 60 miliar dolar AS tersebut masih jauh lebih rendah daripada anggaran pertahanan sebesar 350 miliar dolar AS yang pernah diusulkan Presiden Trump kepada Kongres.
Usulan tersebut menghadapi penentangan dari kedua partai. Partai Demokrat mengkhawatirkan rencana tersebut karena meningkatkan utang publik untuk membiayai perang dengan Iran. Sementara itu, beberapa legislator Partai Republik yang berhaluan fiskal konservatif juga menyatakan keberatan karena rancangan resolusi tersebut tidak menyertakan pemotongan anggaran belanja lain untuk mengimbangi pengeluaran baru tersebut.





