Konflik di Timur Tengah: Komunitas Internasional Imbau Penghentian Blokade Selat Homuz
14/04/2026 10:04
[VOVWORLD] - Pada Senin (13 April), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa tentara negaranya telah mulai memblokade kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran, setelah perundingan pada akhir pekan lalu di Islamabad, Pakistan, tidak tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
.jpg)
Menurut seorang pejabat AS, kedua belah pihak tetap mempertahankan saluran komunikasi dan mencapai beberapa kemajuan dalam mengusahakan solusi. Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres mengimbau AS dan Iran untuk kembali ke meja perundingan dan menghormati hak kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, dalam pembicaraan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Menteri Luar Negeri Qatar juga mengimbau Teheran dan Washington untuk berpartisipasi dalam upaya-upaya rekonsiliasi secara aktif. Ia juga memperingatkan bahwa jalur-jalur maritim internasional tidak dapat digunakan sebagai "alat tekanan atau tawar-menawar." Dalam upaya terpisah untuk meredakan ketegangan, pada Senin (13 April), Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa Prancis dan Inggris akan berkoordinasi dalam "misi perdamaian multinasional" untuk memulihkan lalu lintas yang melewati Selat Hormuz, namun pelaksanaannya tetap terpisah dari pihak-pihak yang sedang bertikai. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer juga menegaskan bahwa Inggris tidak akan berpartisipasi dalam blokade angkatan laut yang digagas oleh AS. Dalam perkembangan terkait, berbicara di Ibu kota New Delhi pada 13 April, Duta Besar Iran untuk India menegaskan bahwa negaranya tidak mengenakan biaya apa pun terhadap kapal tanker minyak India yang melewati Selat Hormuz.
TAG
VOV/VOVWORLD/Konflik di Timur Tengah/Komunitas Internasional/Blokade Selat Homuz
Related






