Dalam pidato pembukaannya, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Sidang pleno tersebut berlangsung dalam konteks seluruh Partai, rakyat, dan angkatan bersenjata yang edang berupaya menyelesaikan target pembangunan sosial-ekonomi tahun 2026, sekaligus mempersiapkan rencana untuk tahun 2027 dan tahun-tahun berikutnya.
Pada saat yang sama, dinamika internasional, persaingan teknologi, perang dagang, serta tuntutan untuk berinovasi dalam model pembangunan nasional dan mencapai target pertumbuhan PDB di atas 10 persen menuntut Vietnam untuk meningkatkan kapasitas kemandirian strategis, ketahanan, kemampuan beradaptasi, serta tekad yang kuat untuk bertindak.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa untuk memanfaatkan peluang, diperlukan pemikiran strategis dan sikap proaktif dalam menganalisis situasi, menetapkan kebijakan yang tepat, serta menyelenggarakan pelaksanaannya secara efektif. Hal yang sangat penting adalah konsensus dan dukungan dari rakyat.
Dengan semangat tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta agar Partai meningkatkan kapasitas untuk terus memperbarui diri, melakukan pembenahan internal, serta memberikan orientasi bagi pembangunan tanah air. Resolusi-resolusi baru harus mampu menangani secara mendasar persoalan dan menetapkan tanggung jawab secara jelas, termasuk tanggung jawab lembaga-lembaga pimpinan dan penasihat di tingkat Pusat.
“Resolusi baru harus memadukan secara erat pembangunan Partai dengan pembenahan internal dan pendidikan; pencegahan dengan penanganan yang tegas. Perlu dibentuk mekanisme agar setiap organisasi Partai dan setiap anggota Partai mampu mandiri dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangannya. Membangun Partai yang benar-benar berlandaskan moral dan beradab harus diwujudkan melalui integritas, keadilan, penghormatan terhadap kebenaran, perlindungan terhadap hal-hal yang benar, serta tanggung jawab kepada rakyat. Pembangunan Partai harus benar-benar bertumpu pada rakyat. Perlu meningkatkan peran Front Tanah Air Vietnam dan organisasi-organisasi politik-sosial; memastikan rakyat dapat berpartisipasi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan, mengawasi pelaksanaannya, serta menikmati hasil-hasil pembangunan. Inilah landasan untuk memperkuat persatuan nasional dan menghimpun kekuatan bangsa.”
Mengenai pembaruan metode kepemimpinan dan penyelenggaraan kekuasaan guna meningkatkan efektivitas sistem politik, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa pembaruan metode tersebut harus menjamin kesatuan arah, pembagian tanggung jawab yang jelas serta mengoptimalkan kewenangan dan sikap proaktif dari setiap Komite Partai, organisasi Partai, lembaga dan unit kerja di masing-masing tingkatan.
Mengenai situasi sosial-ekonomi tahun 2026, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas pembangunan merupakan tolok ukur penting untuk menilai efektivitas kebijakan, kualitas pekerjaan kekaderan serta kemampuan implementasinya.
Sebelum pembukaan Sidang Pleno ke-4 KS PKV angkatan XIV, delegasi KS PKV datang untuk meletakkan karangan bunga dan membakar dupa untuk mengenang para pahlawan dan martir di Monumen Pahlawan dan Martir di Jalan Bac Son, Hanoi.





