Hingga sekarang tercatat 14 orang meninggal dan 90 orang lainnya terluka. Sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa ke beberapa rumah sakit di Kota Bekasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari memberitahukan bahwa kegiatan-kegiatan SAR difokuskan dalam mencari dan mengevakuasi korban yang terjebak dalam kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pengelola kereta api menyampaikan ucapan duka cita mendalam kepada para korban dan sanak keluarganya. KAI menjamin semua korban akan mendapatkan perawatan terbaik dan biaya kesehatan akan dibayari asuransi dan KAI secara penuh.
Kecelakaan kereta api terjadi pada 27 April malam di Stasiun Bekasi Timur ketika Kereta api Argo Bromo Aggrek nomor 4 dari Gambir menuju Surabaya Pasar Turi bertabrakan langsung dengan kereta rel listrik.





