Berbicara pada pertemuan dengan kalangan pers tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengatakan bahwa kedua pihak baru saja mengadakan pembicaraan dalam suasana yang ramah, terbuka dan saling percaya, bertukar pandangan mendalam tentang hubungan bilateral serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama. Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, logistik pelabuhan, keuangan, perbankan, pariwisata, transportasi, dan bidang-bidang lain di mana kedua pihak memiliki keunggulan…
Mengenai kerja sama multilateral, kedua belah pihak sepakat untuk terus berkoordinasi dan saling mendukung di organisasi-organisasi internasional dan forum multilateral; menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa; mendukung pemeliharaan kebebasan dan keselamatan navigasi dan penerbangan, serta menyelesaikan sengketa secara damai berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mengesahkan Pernyataan Bersama yang menetapkan berbagai orientasi, tujuan, prinsip, dan bidang utama kerja sama dalam hubungan Vietnam-Panama di masa mendatang.
Pada pertemuan dengan kalangan pers tersebut, Presiden Jose Raul Mulino dari Republik Panama menekankan bahwa Panama ingin menjadi pintu gerbang bagi industri Vietnam untuk mengakses kawasan Amerika Latin dan Karibia; dan berharap bahwa para pelaku usaha Vietnam akan memanfaatkan peluang ini untuk membangun kehadiran di Panama dan berekspansi ke pasar regional. Presiden menekankan bahwa Panama ingin lebih dekat dengan Vietnam, memperluas kehadirannya di Asia, dan menciptakan peluang baru untuk perdagangan, investasi, dan kerja sama antara masyarakat kedua negara.




