Lestarikan Ruang Arsitektur Desa Kerajinan
19/04/2026 07:00
[VOVWORLD] - Berbagai desa kerajinan di Vietnam tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi tempat bertemunya intisari budaya bangsa yang kental dengan jejak arsitektur tradisional Vietnam. Memanfaatkan potensi desa kerajinan untuk mendorong perkembangan ekonomi, budaya dan pariwisata merupakan salah satu langkah yang prospektif.
Namun, desa-desa kerajinan tradisional era pembaruan saat ini menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam melestarikan dan mengembangkan ruang arsitekturnya. Saat ini, Vietnam mempunyai lebih dari 2.000 desa kerajinan, termasuk desa kerajinan tradisional yang telah diakui secara resmi. Desa-desa kerajinan tersebut berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi pedesaan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan bagi tenaga kerja setempat. 13-19.4-ccl-anh_2.jpg Arsitek Tran Huy Anh (Foto: VOV2) Di samping itu, desa kerajinan juga merupakan khazanah yang menyimpan kekayaan nilai budaya dan sejarah. Beberapa yang paling menonjol yaitu nilai-nilai budaya tradisional dan berbagai warisan budaya seperti bangunan arsitektur kuil, pagoda, pemandangan, kekayaan kuliner, seni pertunjukan, festival dan sebagainya. Secara khusus, ruang produksi dan pemandangan desa kerajinan yang menciptakan keunikan khas dari ruang arsitektur desa kerajinan tersebut telah menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan. Namun, arsitek Tran Huy Anh menilai bahwa di tengah proses urbanisasi, berbagai desa kerajinan harus berupaya keras untuk melestarikan dan mengembangkan ruang arsitektur mereka. Hal ini penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi. “Apabila kita hanya melestarikan pedesaan sebagai panggung agar banyak orang bisa menyaksikan keberadaan sebuah desa di tengah proses urbanisasi, maka panggung itu akan cepat menghilang. Pusaran urbanisasi memang tidak menghilangkan ruang apa pun. Namun, desa-desa yang terurbanisasi dengan cepat, termasuk desa-desa kerajinan dan desa pertanian, cepat atau lambat akan kehilangan pesona dan keunikannya”. 13-19.4-ccl-anh_3.jpg Wisatawan mengunjungi dan check-in di Desa Quang Phu Cau, Hanoi (Foto: VOV) Melestarikan ruang desa tidak hanya melestarikan nilai-nilai arsitektur tradisional, tetapi juga mempertahankan gaya hidup masyarakat dan inti sari profesi dari generasi ke generasi. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa solusi, seperti mengembangkan wisata pengalaman untuk menciptakan out-put produk, melestarikan arsitektur tradisional kuil, pagoda, balai desa kerajinan, mendukung seniman dan mendidik generasi muda sebagai sumber daya manusia penerus, menerapkan teknologi baru dalam menyosialisasikan dan mendesain produk agar desa kerajinan tetap mempertahankan ciri khas tradisionalnya sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar modern. 13-19.4-ccl-anh_4.jpg Desa kerajinan Mang Thit di Provinsi Vinh Long (Foto: Chanh Tuy/VOV di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong) Menurut arsitek Tran Huy Anh, daya tarik utama bagi wisatawan sebenarnya adalah ekosistem lingkungan. Oleh karena itu sangat penting untuk menjadikan desa kerajinan sebagai unit dengan ekosistem yang mandiri. “Kita tidak hanya menjaga desa kerajinan tetapi juga menjaga lingkungan ekosistem di desa tersebut. Oleh karena itu, dalam proses urbanisasi, saya berpendapat bahwa fitur terpenting dan simbolik dari sebuah desa yaitu unit ekonomi mandiri yang akan terus menghadapi tantangan-tantangan baru secara berkelanjutan”. Terkait desa yang terdampak polusi, Doktor Nguyen Tat Thang, peneliti senior dari Institut Arsitektur Nasional, Kementerian Pembangunan menyatakan perlunya dikeluarkan opsi perencanaan yang sesuai untuk membatasi dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. “Apabila ingin melestarikan desa kerajinan dan nilai-nilai budayanya, di samping upaya konservasi, perlu dilakukan alokasi wilayah perencanaan khusus. Industri kerajinan harus dipisahkan dari kawasan pemukiman dan ditempatkan di kawasan terpadu yang memiliki infrastruktur teknis yang mumpuni untuk mendukung seluruh pasok produksi secara baik”. Dalam proses urbanisasi, konservasi ruang arsitektur desa kerajinan tidak hanya bertujuan mengembangkan nilai-nilai budaya khas saja, tetapi juga mendorong berbagai instansi fungsional untuk mendigitalisasi ruang desa kerajinan. Hal ini dilakukan guna mengintegrasikan informasi mengenai lokasi, dan produk-produk unggulan agar dapat diakses wisatawan domestik dan mancanegara Dengan demikian, wisatawan akan tertarik untuk secara langsung menyaksikan proses pembuatan kerajinan tangan dan mendalami budaya tradisional tersebut.
TAG
VOV/VOVWORLD/melestarikan/ruang arsitektur/desa kerajinan/ruang produksi/desa kerajinan
Related






