Keunikan Festival Hết Chá dari Masyarakat Etnis Thai di Provinsi Son La
19/04/2026 08:46
[VOVWORLD] - Festival Hết Chá diselenggarakan pada bulan Maret setiap tahun. Festival unik dari masyarakat etnis minoritas Thai Putih di Provinsi Son La (Vietnam Utara) ini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional.

6-12.4-van_hoa-anh_1.jpg Festival Hết Chá kental dengan spiritualitas dan tradisi turun-temurun masyarakat Thai Putih. Foto: VOV Festival Hết Chá dari masyarakat Thai Putih berawal dari praktik para dukun, yang juga merupakan praktisi pengobatan tradisional. Selain melakukan ritual dan menyembuhkan orang sakit, para dukun ini juga sering kali mengangkat pasien yang telah sembuh sebagai anak angkat mereka. Oleh karena itu, Festival Hết Chá diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para dukun sekaligus ungkapan syukur kepada langit dan bumi, leluhur, dan dewa-dewi, serta doa untuk memohon cuaca yang baik dan panen yang melimpah. Sebagai praktik budaya yang berakar kuat dalam kehidupan masyarakat etnis minoritas, Festival Hết Chá terus dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi simbol persatuan, rasa syukur, dan kohesi komunitas. Vi Van Phinh, warga Dusun Na Ang, Kecamatan Moc Son, Provinsi Son La, mengatakan: "Ini merupakan festival syukur dari masyarakat etnis Thai. Dahulu kala, para dukun mengobati anak-anak yang sakit, dan jika pasien sembuh, mereka akan diangkat sebagai anak. Setiap Tahun Baru Imlek, anak-anak angkat ini akan memberikan bingkisan kepada para dukun. Namun jika belum sempat untuk merayakannya saat Imlek, maka para dukun akan menyelenggarakan festival ini pada bulan Februari atau Maret". 6-12.4-van_hoa-anh_2.jpg Dukun melakukan ritual. Foto: VOV Sorotan terpenting dari Festival Hết Chá adalah acara ritual kental dengan nuansa kepercayaan dari masyarakat etnis Thai Putih. Sejak pagi buta, para dukun telah menyiapkan sesaji dan melakukan ritual pemujaan kepada Dewa Bumi, Dewa Pohon Beringin, dan Guru Het Cha. Para dukun melapor kepada para dewa tentang penyelenggaraan festival dan memohon berkah mereka untuk masyarakat. Setelah itu, dilakukan ritual persembahan meliputi ikan, arak “Cần”, dan hasil bumi setempat, sebagai ungkapan rasa hormat dan syukur yang mendalam. Inilah momen di mana masyarakat desa percaya bahwa doa mereka akan didengar oleh para dewa, sehingga mereka diberkahi dengan kehidupan yang sejahtera. 6-12.4-van_hoa-anh_3.jpg Warga dusun merestruksi berbagai permainan dalam festival. Foto: VOV Setelah acara ritual selesai, kemeriahan berlanjut dengan acara pesta yang diwarnai berbagai permainan rakyat. Festival Hết Chá diakhiri dengan tarian lingkaran yang melambangkan persatuan. Dalam momen ini, warga dusun dan pengunjung dari seluruh penjuru bergandengan tangan dalam tarian “xòe” dari etnis Thai. Saat menghadiri festival tersebut, Nguyen Van Nam, seorang pengunjung dari Provinsi Hung Yen, mengungkapkan kesannya: “Saya sangat beruntung dapat berpartisipasi dalam Festival Hết Chá di Kecamatan Moc Son, Provinsi Son La. Pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat setempat sangat indah. Selain itu, saya sangat terkesan dengan makanan di sini. Ada banyak hidangan yang belum pernah saya cicipi sebelumnya. Oleh karena itu, jika saya memiliki kesempatan, saya ingin kembali lagi ke Moc Son” 6-12.4-van_hoa-anh_4.jpg Sejak tahun 2015, Festival Hết Chá secara resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Foto: VOV Sejak tahun 2015, Festival Hết Chá secara resmi diakui oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Pengakuan ini menjadi preseden sekaligus pendorong bagi Kecamatan Moc Son untuk terus melestarikan dan mengembangkan nilai budaya tradisional masyarakat etnis Thai. Nguyen Quoc Tuyen, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Moc Son, Provinsi Son La, mengatakan: “Festival Hết Chá adalah salah satu acara yang kami selenggarakan untuk mengembangkan pariwisata di Kecamatan Moc Son. Tahun ini, kami menyelenggarakannya dalam skala kecamatan dengan partisipasi dari sekuruh dusun. Di masa mendatang, kami berencana akan menyelenggarakan festival ini di Dusun Na Ang sekali setahun guna berkontribusi dalam pelestarian identitas unik dari Festival Hết Chá.” Festival Hết Chá tahun ini juga mencakup berbagai kegiatan wisata pengalaman di ruang budaya bertajuk "Warna-warni Moc Son". Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Provinsi Son La pada tahun ini.
TAG
VOV/VOVWORLD/Festival Hết Chá/masyarakat Etnis Thai/Provinsi Son La
Related








