Suasana Merayaan Bulan Ramadhan di Indonesia dan di Vietnam
07/03/2026 08:10
(VOVWORLD) - Para pendengar yang budiman! Kami sangat gembira dapat bertemu kembali dengan para pendengar dalam Acara Kotak Surat Anda. Pada pekan lalu, VOV5 menerima 441 surat dari 33 negara dan teritori, khususnya Program Siaran Bahasa Indonesia menerima 46 surat dan surel.

Pada pekan lalu, saudara Rudy Hartono di Kalimantan Barat mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada 23 Februari dengan SINPO 55555. Dari Nganjuk, saudara Eko Endri Wiyono mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio terperinci pada bulan Januari dan Februari dengan SINPO 44444. Saudara Dian Purbo Nugroho di Jawa Tengah mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada 10 Februari. Selain laporan-laporan hasil pemantauan siaran radio dari para pendengar di Indonesia, kami juga menerima laporan-laporan hasil pemantauan siaran radio yang dikirim oleh saudara Siddhartha Bhattacharjee dan Najimuddin di India, saudara Muhammad Aqeel Bashir di Pakistan serta saudara Dawood Jabarkhail di Afghanistan. Secara umum, kualitas gelombang siaran relatif stabil di kedua frekuensi yaitu 12020 Khz dan 9840 Khz. Kami berharap Anda Sekalian terus mengirimkan laporan hasil pemantauan siaran radio agar kami dapat mengetahu situasi gelombang siaran di masing-masing daerah. Melalui surat yang dikirim kepada kami pada pekan lalu, beberapa pendengar di dunia ingin melihat suasana bulan Ramadhan di Vietnam. Para pendengar yang budiman! Tentu saja, saat ini, penganut Muslim di seluruh dunia sedang merayakan bulan Ramadhan yang suci dan penuh makna. Pada pekan lalu, kami sangat gembira dapat menerima cerita saudara Rudy Hartono di Kalimantan dan Idris di Jawa, Indonesia mengenai suasana bulan Ramadhan di daerahnya. Suasana Cap Go Meh di Singkawang 3 Maret 2026 (Foto yang disediakan Bapak RUdy Hartono) Di Vietnam, meskipun jumlah penganut Muslim hanya sekitar 72.000 orang, atau kurang 0,1 persen total populasi Vietnam (menurut data Badan Agama Pemerintah), tetapi bulan Ramadhan tetap berlangsung secara khidmat. Di beberapa provinsi pemukiman warga etnis minoritas Cham yang beragama Muslim seperti Provinsi An Giang, Ninh Thuan, Binh Thuan atau Kota Ho Chi Minh, suara pembacaan Al Qu’ran bergema secara teratur dari berbagai masjid. Hal ini membuat banyak penganut bersama-sama berkumpul untuk berdoa dan melestarikan nilai suci bulan Ramadhan. Karena pada tahun ini, Hari Raya Tahun Baru Imlek (Hari Raya Tet) berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadhan, masyarakat etnis minoritas Cham di Provinsi An Giang merayakan Hari Raya Tet lebih awal. Tujuannya agar saat memasuki bulan puasa, mereka dapat sepenuh hati melaksanakan ritual keagamaan sekaligus memperhatikan dan mendukung orang-orang yang dilanda kesulitan. Dua pekan lalu, Badan Perwakilan Komunitas Muslim Provinsi An Giang telah menyelenggarakan Upacara besar perayaan bulan Ramadhan 2026 untuk komunitas muslim di sana. Ketika menjawab interviu Kanal Televisi Provinsi An Giang, Sity Hara, Badan Perwakilan Komunitas Muslim Provinsi An Giang menuturkan:
TAG
VOV/VOVworld/Bulan Ramadhan/menjalankan ibadah/penganut Muslim/Vietnam
Related








