Ketika Bahasa Vietnam Bergema dari Hati Seorang Anak Negeri Pagoda Emas
19/03/2026 10:16
(VOVWORLD) - Di tengah hirup pikuk Kota Bangkok, ada seorang ibu dosen muda Thailand yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap bahasa Vietnam. Ia adalah Chari Hamratanaphon, yang juga dikenal dengan nama Vietnam yaitu Linh Chi. Dalam acara Rumah ASEAN hari ini, kami mengajak Anda berkunjung ke kelas Chari di Universitas Chulalongkorn melalui reportase dengan judul “Ketika Bahasa Vietnam Bergema dari Hati Seorang Anak Negeri Pagoda Emas”. Di sana, bahasa Vietnam bukan sekadar bahasa asing, melainkan tali persaudaraan yang secara perlahan mendekatkan jarak antara dua bangsa.

Ibu dosen Linh Chi. Foto: VOV Perjalanan Linh Chi selama 11 tahun bersama dengan bahasa Vietnam tidak dimulai dengan teori-teori yang kaku, tetapi dengan keramahan masyarakat dan daya tarik kisah-kisah kuno. Dari halaman-halaman buku, Linh Chi telah datang ke Vietnam untuk benar-benar "menyentuh" budayanya. Dia terpesona oleh keindahan kepercayaan pemujaan Dewi Ibu dan kekayaan kehidupan spiritual Vietnam. Namun, bukan hanya kuil atau situs peninggalan sejarah-budaya kuno, Linh Chi juga mencintai hal-hal yang sederhana, seperti secangkir teh hijau yang kental atau warung kopi di pinggir jalan yang dipenuhi tawa. "Di Vietnam, Anda dapat menemukan banyak warung kopi. Orang-orang duduk di kursi plastik kecil, mengobrol dari pagi hingga malam. Itu bukan sekadar pergi minum kopi, tetapi juga menjadi budaya bercengkerama, tempat orang-orang berkumpul untuk berinteraksi.” Dengan kecintaan terhadap bahasa Vietnam yang berakar dari kehidupan sehari-hari yang sederhana, Ibu dosen Linh Chi membawa aspek budaya ini ke dalam kelas, menjadikan setiap sesi pembelajaran lebih hidup. Peeranut Jenjirawong, seorang mahasiswanya, berbagi: "Saya pikir kecintaan Bu Chari terhadap bahasa dan budaya Vietnam
TAG
VOV/VOVworld/bahasa Vietnam/Thailand/universitas
Related








