VOV WorldVOV World
CPTPP-Peluang dan tantangan bagi perkembangan di Vietnam
05/11/2018 10:30
(VOVWORLD) - Presiden Vietnam, Nguyen Phu Trong, Jumat (2/11), telah menyampaikan pemaparan kepada Majelis Nasional (MN) yang mengusulkan supaya meratifikasi Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTTP). Ini merupakan prosedur hukum terakhir bagi Vietnam untuk ikut pada salah satu di antara Perjanjian-perjanjian perdagangan bebas yang progresif dan berskala terbesar di seluruh dunia. MN Vietnam, pada persidangan ke-6 ini, menyediakan banyak waktu untuk berbahas sebelum meratifikasi Perjanjian ini.
CPTPP-Peluang dan tantangan bagi perkembangan di Vietnam
 Ilustrasi CPTPP diikutsertai oleh11 negara yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam. CPTPP ditandatangani 9/3/2018 di Cile. Ini merupakan perjanjian perdagangan bebas yang berstandard tinggi, karena perjanjian tersebut tidak hanya mengungkapkan bidang-bidang tradisional seperti memangkas tarif terhadap barang dagangan, membuka pintu pasar jasa, kepemilikan intelektual, rintangan teknis yang bersangkutan dengan perdagangan saja, tapi juga menangani masalah-masalah baru, non tradisional seperti tenaga kerja, lingkungan, belanja publik, badan usaha milik negara dan juga masalah mengentas dari kelaparan dan kemiskinan. CPTPP tidak hanya berpengaruh terhadap bidang ekonomi saja, tapi juga berpengaruh positif terhadap Vietnam di banyak bidang lainnya.