Gerakan Menenun Menghadirkan Identitas Etnis Thai ke dalam Kehidupan Kontemporer
26/04/2026 09:36
[VOVWORLD] - Kecamatan Phu Yen terletak di sekitar sawah Muong Tac, salah satu lumbung padi besar di Provinsi Son La. Setiap hari, berpadu dengan gemericik aliran sungai yang melintasi desa, terdengar suara alat tenun yang diayunkan oleh para perempuan etnis minoritas Thai Putih. Mereka tengah melestarikan dan menghadirkan identitas etnis ke dalam kehidupan modern melalui gerakan menenun.

4.4-pst7-anh_1.jpg Menenun selimut adalah teknik yang kompleks yang membutuhkan banyak tahapan dan ketekunan dari penenun. Foto: Huyen Trang/VOV5 Di rumah Ibu Dinh Thi Viet, terdapat sebuah kamar kecil tempat ia menyimpan berbagai produk tradisional masyarakat Thai Putih. Mulai dari selimut berwarna hitam dan merah hingga kain bergaris hijau dan kuning serta syal ungu, semuanya ditenun oleh Ibu Viet sendiri. Setiap hari, di samping alat tenun lamanya, Ibu Viet dengan tekun memasukkan helai demi helai benang ke bingkai, menciptakan motif-motif khas masyarakat Thai Putih. Dinh Thi Viet mengatakan: “Setelah membayangkan motifnya, saya akan menenunnya sesuai dengan imajinasi itu tersebut. Dulu, sebagai anak muda, kami sangat rajin dan bekerja keras. Kami datang ke tempat kerja di pagi hari, dan di malam harinya kami duduk di depan alat tenun, saling memanggil untuk menenun bersama di bawah temaram lampu minyak. Selama lampu masih menyala, kami akan terus menenun hingga fajar tiba.” Dahulu, setiap rumah tangga memiliki alat tenun, dan sebagian besar perempuan Thai Putih di Phu Yen mahir menenun. Meski sempat mengalami penurunan, dalam 5 atau 6 tahun terakhir, kerajinan ini mulai bangkit kembali. Kini produk tenun tradisional terus memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Thai Putih. 4.4-pst7-anh_3.jpg Wanita Thai Putih, ketika menikah, membawa produk tenun sebagai hadiah untuk keluarga suami mereka. Foto: Huyen Trang/VOV5 Menurut perempuan Thai Putih, teknik yang paling sulit adalah menenun selimut, karena membutuhkan jenis alat tenun khusus dengan berbagai bagian yang rumit. Selimut warga Thai Putih ada dua jenis: selimut bermotif hitam dan selimut bermotif merah. Selimut ini merupakan salah satu hadiah hantaran yang dibawa pengantin perempuan saat menikah untuk diberikan kepada keluarga pihak suami. Le Thi Poi menyatakan: "Dahulu, ada ungkapan yang mengatakan bahwa seorang perempuan baru boleh menikah jika sudah membuat 10 selimut dan 10 kasur. Mereka akan membawa sepasang bantal, sepasang selimut, sepasang kasur, dan bantal duduk untuk kakek-nenek dan orang tua suami. Semuanya harus lengkap. Hal ini menunjukkan tradisi turun-temurun masyarakat Thai Putih dalam mempersiapkan pernikahan." Bantal duduk yang disebutkan oleh Poi merupakan benda tradisional masyarakat Thai yang terbuat dari kain tenun yang berbentuk pergi panjang dengan tingginya sekitar 15-20 cm. 4.4-pst7-anh_2.jpg Ibu Lo Thi Khuong sangat suka membuat bantal duduk tradisional. Foto: Huyen Trang/VOV5 Lo Thi Khuong, pemilik toko yang membuat bantal duduk tradisional etnis Thai Putih di Phu Yen, mengatakan bahwa dulu ia menjahit bantal tersebut sepenuhnya dengan tangan, sehingga membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan satu buah bantal. Sekarang, berkat mesin jahit, ia mampu membuat sekitar 10 bantal duduk sehari. Meskipun zaman telah modern, bantal duduk tetap hadir di rumah masyarakat Thai Putih, dan tetap menjadi hadiah dari menantu perempuan sebagai wujud rasa terima kasih kepada orang tua dan keluarga suami. “Saya mencintai kerajinan ini sejak kecil. Neneklah yang mengajarkannya kepada saya. Dewasa ini tidak banyak lagi orang yang membuat bantal duduk. Namun, saya tetap membuatnya dan ternyata produk ini disukai banyak orang. Melihat orang lain senang, saya pun merasa gembira.” 4.4-pst7-anh_4.jpg Perempuan Thai Putiht melestarikan kerajinan tenun untuk menyebarkan nilai-nilai tradisional di tengah kehidupan modern. Foto: Huyen Trang/VOV5 Berkat dedikasi para perempuan yang setia pada kerajinan tradisional, mencintai setiap helai benang serta tekun menenun motif khas etnisnya, identitas etnis Thai Putihpun tetap terjaga. Selama bunyi alat tenun masih bergema, pikiran dan perasaan perempuan Thai Putih tertuang ke dalam setiap helai kain; sebuah bukti bahwa nilai-nilai tradisional desa akan terus menyebar di tengah ritme kehidupan modern.
TAG
VOV/VOVWORLD/Gerakan Menenun/Identitas Etnis Thai ke/Kehidupan Kontemporer
Related








