Dalih AS untuk menimbulkan tekanan memaksa Iran kembali ke meja perundingan
19/09/2019 09:29
(VOVWORLD) - Walaupun serangan terhadap basis minyak tambang Arab Saudi pada tanggal 14 September telah diakui oleh kelompok pembangkang Houthi di Yaman sebagai pelakunya, tapi semua perhatian opini umum internasional sedang mengarah ke Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan beberapa sekutunya di Timur Tengah keras kepala melemparkan kesalahan kepada Iran. Situasi menjadi lebih panas ketika Presiden AS pada Rabu (18 September) memerintahkan “memperkuat sanksi” terhadap Iran pada saat negara Islam ini menegaskan akan memberikan balasan setimpal terhadap semua tindakan menghasut permusuhan. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa nampaknya AS sedang mencari semua cara menimbulkan tekanan untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan nuklir, tapi hal ini belum pernah mudah.

Kaum pembangkang Houthi di Yaman memberitahukan bahwa mereka telah meluncurkan dua pesawat nirawak (UAV) untuk menyerang 2 basis kilang minyak Abqaiq (basis produksi minyak terbesar di dunia) dan Khurais di Arab Saudi sebelah Timur untuk memberikan balasan terhadap serangan udara dari koalisi militer yang dikepalai oleh Arab Saudi dalam satu perang yang sudah memakan waktu 5 tahun di Yaman. Akan tetapi, koalisi militer yang dikepalai oleh Arab Saudi menyatakan bahwa dua pabrik kilang minyak di Arab Saudi mungkin diserang “dengan senjata dari Iran”. Juru bicara koalisi militer ini menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut “tidak bertolak dari wilayah Yaman” dan kaum pembangkang Houthi sedang pura-pura menerima tanggung-jawab.
Related








