Dampak pemilihan di Israel terhadap masa depan politik di kawasan Timur Tengah
17/09/2019 10:30
(VOVWORLD) - Para pemilih Israel, ada Selasa (17 September), memberikan suara untuk kedua kalinya pada tahun ini. Hasil pemungutan suara ini akan memutuskan nasib politik Perdana Menteri (PM) infungsi Israel, Benjamin Netanyahu, seorang pemimpin penganut garis politik nasionalis, konservatif dan keras. Apakah dia mencapai kemenangan dalam masa bakti ini atau menghentikan usaha politiknya yang sudah memakan waktu 10 tahun terus-menerus di arena politik Israel? Hal ini juga menimbulkan pengaruh terhadap masa depan kawasan Timur Tengah.

Panorama sidang Parlemen Israel (Foto: Xinhua/VNA) Ini merupakan pemungutan suara ke-2 dalam waktu 6 bulan ini di Israel, merupakan perlombaan antara Partai Likud pimpinan PM infungsi Benjamin Netanyahu dan Partai Biru-Putih pimpinan mantan Kepala Staf Umum, Jenderal Benny Gantz. Dalam pemilihan pada bulan April lalu, Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dan partai-partai sayap kanan dan Yahudi ortodoks telah memperoleh mayoritas kursi di Parlemen, tapi tidak bisa membentuk persekutuan karena perselisihan tentang Undang-Undang Wajib Militer terhadap para pemuda Yahudi ortodoks. Kemacetan ini memaksa Benjamin Netanyahu memutuskan membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan dini kali ini.
Related








