Di belakang pernyataan-pernyataan keras tentang perundingan dagang AS-Tiongkok
08/05/2019 10:30
(VOVWORLD) - Menurut rencana, pada Kamis (9/5), Deputi Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Liu He mengepalai delegasi perunding datang ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan putaran perundingan lanjutan tentang perdagangan Tiongkok-AS. Pada saat para pejabat kedua pihak menyatakan harapan akan satu perjanjian untuk menghentikan perang dagang antara dua pihak pada waktu mendatang, tiba-tiba Presiden AS, Donald Trump, pada Senin (6/5), menyatakan bahwa AS terus meningkatkan tarif terhadap barang-dagangan Tiongkok pada akhir pekan ini.

Dengan pernyataan ini, hubungan dagang Tiongkok-AS yang nampaknya hampir lepas dari jalan buntu, tapi sekarang terperangkap lagi dalam ketegangan. Akan tetapi, hakekat dari semua pernyataan yang keras ini dianggap sebagai taktik Washington untuk merebut keunggulan sebelum putaran perundingan. Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping (Foto: CNBC) Di Twitter pribadinya, pada Senin (6/5), Presiden Donald Trump menulis: tarif 10% sekarang terhadap volume barang dagangan senilai 200 miliar USD akan ditingkatkan ke tarap 25% pada 10/5 ini. Barang dagangan sisanya senilai 325 miliar USD yang diekspor oleh Tiongkok ke AS masih belum ditingkatkan, tetapi akan cepat dikenai tarif sebesar 25%. Pasar global telah memberikan pengaruh tertentu setelah gerak-gerik ini.
Related
More








