Irak berjalan susah payah di jalan melakukan rekonstruksi Tanah Air
30/10/2019 10:50
(VOVWORLD) - Irak sekali lagi sedang mengalami instabilitas selama hari-hari ini ketika demonstrasi-demonstrasi menentang Pemerintah semakin meluas, menjadi bentrokan-bentrokan yang serius sehingga menewaskan banyak orang.

Ini merupakan tantangan terbesar bagi Perdana Menteri (PM) Irak, Adel Abdel Mahdi sejak dia memegang kekuasaan. Prioritas papan atas yang dijalankan Pemerintah Irak sekarang ini ialah menjaga kestabilan di dalam negeri karena semua reformasi yang dijalankan berkurang hati-hati juga sekali lagi memojokkan Irak ke dalam situasi yang lebih tidak stabil. Empat belas orang tewas, 865 orang luka-luka hanya pada tanggal 28/10 ini, hari yang keempat terjadinya demonstrasi terus menerus setelah pasukan-pasukan keamanan Irak menggunakan kekerasan untuk membubarkan kerumunan demonstran di Kota Kerbala, tempat hidup mayoritas orang Muslim mazhab Shiah. Ini merupakan gelombang demonstrasi ke-2 untuk memprotes kebijakan Pemerintah Irak dalam waktu satu bulan ini. Totalnya pada bulan Oktober ini, sedikitnya ada 250 orang yang sudah tewas dan lebih dari 6.000 orang lain yang ditangkap ketika ikut serta dalam demonstrasi.
Related








