Kesulitan dalam mengusahakan persetujuan tentang Brexit
12/03/2019 10:30
(VOVWORLD) - Parlemen Inggris, Selasa (12/3), memberikan suara kali kedua terhadap permufakatan tentang keluar-nya Inggris dari Uni Eropa (atau Brexit). Sebelum pemberian suara, semua perundingan, pembicaraan telepon dan perdebatan masih tetap berlangsung di sekitar masalah-masalah yang perlu diganti untuk mengatasi kemacetan yang bersangkutan dengan isi pemufakatan. Semua tanda ini membuktikan penilaian bahwa Brexit merupakan penggalan jalan yang tidak mudah baik terhadap Inggris maupun terhadap Uni Eropa.

Perdana Menteri Inggris, Ibu Theresa May. (Foto: internet) Menurut rencana, Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, Selasa (12/3), kembali di Parlemen Inggris untuk menyampaikan permufakatan Brexit amandemen di depan para legislator. Ini adalah untuk kedua kalinya, Parlemen Inggris memberika suara terhadap permufakatan Brexit. Sebelum-nya, pada Januari lalu, permufakatan Brexit ditolak oleh Parlemen dengan jumlah suara tentangan yang paling tinggi dalam sejarah Inggris modern. Alasan utama berada dalam ketentuan “rintangan” tentang perbatasan dengan Irlandia, sekitar satu kebijakan menjamin tidak muncul-nya garis perbatasan "keras" antara Irlandia Utara (wilayah Inggris) dengan Republik Irlandia (wilayah Uni Eropa) pasca Brexit. Para legislator Inggris menginginkan adanya perubahan-perubahan yang bersifat mengikat secara hukum terhadap permufakatan dari PM Theresa May guna menjamin bahwa ketentuan ini akan tidak eksis selama-lamanya, tapi untuk mengusahakan adanya anggukan dari Uni Eropa sungguh tidak mudah.
Related








