Konfrontasi yang berbahaya di Kawasan Teluk
25/06/2019 10:30
(VOVWORLD) - Amerika Serikat (AS) dan Iran pada tanggal 20 Juni, telah selangkah demi selangkah maju mendekati jurang peperangan ketika Iran menembak jatuh satu pesawat nirawak AS di dekat Selat Hormuz. Ketegangan didorong ke puncaknya, walaupun tidak terjadi satu serangan dengan kekerasan manapun terhadap Iran seperti yang dicemaskan, tetapi satu serangan siber untuk melumpuhkan sistim kontrol rudal Iran dan sanksi-sanksi tambahan ada benar-benar ada. Pada saat ini, ketegangan masih belum menurunkan suhu dan aktivitas-aktivitas diplomatik ulang-alik nampaknya belum mengembangkan manfaat untuk turut mengurangi ketegangan di kawasan ini.

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto: AFP/VNA) Sejak bulan April lalu, hubungan antara AS dan Iran menjadi buruk secara serius ketika Washington menghentikan situasi bebas sanksi dan melarang semua aktivitas ekspor minyak dari Iran. Sementara itu, Teheran telah mengancam bahwa kalau ekspor minyak mereka dihentikan, mereka akan tidak membolehkan minyak melewati Selat Hormuz. Serangan terhadap tanker di Teluk Oman terus mendorong kontradiksi AS-Iran lebih jauh lagi ketika Washington bersitegang menuduh bahwa Teheran merupakan pelakunya, pada saat negara Timur Tengah ini membantahnya dan menyatakan bahwa ini merupakan tuduhan tanpa dasar. Puncak ketegangan AS-Iran naik tinggi dengan perdebatan-perdebatan setelah kasus Pasukan Garda Revolusioner Iran menembak jatuh pesawat pengintai strategis nirawak AS di wilayah udara Selat Hormuz pada tanggal 20 Juni. Presiden AS, Donald Trump bahkan sudah siap mengerahkan satu serangan balasan terhadap negara Islam ini, tapi mengubahnya pada detik terakhir dan sebagai gantinya ialah AS mengenakan lagi sanksi-sanksi terhadap Iran dari Senin (24 Juni).
Related








