Masalah-masalah yang dikedepankan setelah kasus serangan teror di Sri Lanka
23/04/2019 10:31
(VOVWORLD) - Dunia masih belum habis tertegun karena serentetan serangan teror yang menimbulkan korban besar di Sri Lanka setelah satu dekade perang dalam negeri berhenti di negara Asia Selatan ini. Kasus ini tidak semata-mata merupakan urusan internal dari satu negara, karena kasus ini ada sisik melik dari terorisme internasional. Ini merupakan peringatan kepada semua negara supaya tidak boleh lengah dalam perang tani-terorisme.

Polisi Sri Lanka digelarkan di sekitar gereja (Foto: xinhua/VNA) Pada Minggu (21 April), bertepatan dengan hari Pesta Paskah, serentetan serangan bom yang berlangsung di banyak gereja dan hotel mewah di Ibukota Sri Lanka telah menewaskan 290 orang dan ratusan orang lain menderita luka-luka. Ini merupakan serangan bom terhadap penduduk sipil yang paling berlumuran darah dalam sejarah negara Asia Selatan ini sejak perang dalam negeri yang sudah memakan waktu 26 tahun dan berakhir pada tahun 2009. Pada Senin (22 April), satu mobil telah meledak di dekat Gereja St.Anthony di Kolombo, Sri Lanka ketika pasukan-pasukan fungsional sedang mencari cara membongkar sumbu ledak bom di mobil ini. Bagi banyak warga Sri Lanka, serentetan serangan bom membuat mereka teringat kembali memori yang menyedihkan mengenai bentrokan yang berkepanjangan selama tiga dekade sehingga menewaskan lebih dari 100.000 orang.
Related








