VOV WorldVOV World
Menciptakan ancang-ancang untuk mendorong dialog nuklir.
23/02/2012 10:14
(VOVworld) - Pada Kamis 23 Februari, di Beijing, Tiongkok telah berlangsung perundingan bilateral pertama di tingkat Deputi Menteri Luar Negeri antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDR Korea) setelah wafatnya pemimpin RDR Korea ini Kim Jong Il (Desember tahun 2011). Walaupun diprakirakan akan sulit mencapai hasil terobosan, akan tetapi menurut kalangan pengamat, perundingan tersebut akan memperlihatkan pandangan, keikktikat baik dari kedua pihak AS dan RDR Korea tentang masalah nuklir di semenanjung Korea pada waktu mendatang.
Menciptakan ancang-ancang untuk mendorong dialog nuklir.
(VOVworld) - Pada Kamis 23 Februari, di Beijing, Tiongkok  telah berlangsung perundingan bilateral pertama di tingkat Deputi Menteri Luar Negeri antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDR Korea) setelah wafatnya pemimpin RDR Korea ini Kim Jong Il (Desember tahun 2011). Walaupun diprakirakan akan sulit mencapai hasil terobosan, akan tetapi menurut kalangan pengamat, perundingan tersebut akan memperlihatkan pandangan, keikhtikat baik dari kedua pihak AS dan RDR Korea dalam usaha memperbaiki hubungan bilateral maupun menciptakan prasyarat untuk mendorong diadakannya kembali perundingan enam pihak tentang masalah nuklir di semenanjung Korea pada waktu yang akan datang.   Dialog AS - RDR Korea kali ini bertujuan menegaskan lagi permufakatan yang menurut itu AS menuntut kepada RDR Korea supaya menghentikan program pengayaan uranium (UEP) dengan pemeriksaan dan pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebagai gantinya Pyong Yang akan menerima bantuan bahan pangan dari AS. Selain itu, ini juga merupakan kesempatan untuk meyakinkan RDR Korea kembali ke meja perundingan 6 pihak tentang masalah nuklir yang mengalami kemacetan dari bulan April tahun 2009. Menurut kalangan pengamat, ini merupakan isi-isi yang tidak baru terbanding dengan perundingan-perundingan sebelumnya dan nampaknya hasil perundingan juga bisa diprediksi oleh semua pihak. Akan tetapi, banyak analis beranggapan bahwa, hal itu tidak penting, tetapi yang paling positif dalam perundingan kali ini barang kali yalah perundingan telah diadakan oleh kedua pihak, itu artinya dialog langsung tetap dipertahankan. Yang lebih mendalam lagi, melalui perundingan akan bisa mencerminkan pendirian dan politik AS  dan RDR Korea dalam tahap alih kekuasaan di Pyong Yang.