Peningkatan kontradiksi internal Inggris tentang Brexit
03/09/2019 10:05
(VOVWORLD) - Brexit belum pernah dianggap mudah bagi Inggris dan Uni Eropa. Hingga saat ini, ketika hanya belum sampai 2 bulan lagi akan tiba saatnya Inggris resmi keluar dari rumah bersama Uni Eropa, masalah ada atau tidak ada permufakatan tentang Brexit selalu merupakan kontradiksi pokok dalam internal Inggris, bahkan menjadi lebih tegang selama beberapa hari ini ketika Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson mencari cara menunda jadwal kerja Parlemen untuk menghindari para legislator mencari cara mencegah Brexit.

PM Inggris, Boris Johnson (Foto: Reuters) Pada referendum yang diadakan pada bulan Juni tahun 2016, mayoritas warga Inggris telah mendukung negara ini “bercerai” dengan Uni Eropa. Akan tetapi, sejak itu, Parlemen dan Pemerintah negara ini selalu berdebat tentang cara pelaksanaan Brexit. Karena tidak bisa meyakinkan para legislator menyetujui permufakatan Brexit yang dicapai dengan Uni Eropa pada tahun lalu, ibu Theresa May, pendahulu dari PM Boris Johnson telah harus meninggalkan kursi pemimpin kabinet Inggris.
Related








