RDRK menghadapi tekanan dari sanksi-sanksi baru
06/10/2017 10:35
(VOVWORLD) - Dalam waktu sebulan secara bertubi-tubi, Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK) menderita tekanan dari sanksi-sanksi yang dikenakan oleh komunitas internasional bersangkutan dengan berbagai uji coba nuklir negara ini. Bahkan negara yang mempunyai hubungan dagang yang erat dengan RDRK yaitu Tiongkok baru-baru ini juga memanifestasikan pandangannya yang lebih keras terhadap RDRK. Apakah tekad komunitas internasional yang semakin meningkat dalam mengekang ambisi nuklir RDRK bisa implementarif atau tidak menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh opini umum dewasa ini.
Satu uji coba peluncuran rudal RDRK (Foto: EPA-VNA) Dengan perbandingan 15 suara pro, tanpa suara kontra, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), pada 11 September 2017 telah mengesahkan sanksi baru terhadap RDRK untuk memberikan balasan terhadap negara ini yang melakukan uji coba nuklir pada tanggal 3 September. Ini merupakan sanksi yang ke-9 sejak tahun 2006 dan merupakan sanksi ke-2 yang diesahkan oleh PBB pada tahun ini dengan banyak ketentuan yang paling keras selama ini bersangkutan dengan bidang-bidang unggulan Pyong Yang seperti tekstil-produk tekstil, minyak tambang dan energi. Diperkirakan, sanksi baru ini bisa membuat RDRK menderita kerugian lagi sebanyak 1,3 miliar USD per tahun.
Related








