Tekanan merevisi permufakatan nuklir Iran
16/01/2018 09:42
(VOVWORLD) - Kalau memantau situasi internasional selama hari-hari ini bisa tampak bahwa permufakatan nuklir Iran sedang menghadapi tekanan háu merevisi yang semakin besar. Berlainan dengan pernyataan-pernyataan yang belum jelas sebelumnya, , Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada tanggal 12 Januari ini telah mengeluarkan batas waktu kongkrit untuk merevisi permufakatan yang bersejarah ini menurut arah yang dianggap oleh AS adalah lebih masuk akal. Sudah barang tentu, tekanan AS menjumpai tentangan dari opini umum internasional, tapi latar belakang ini juga menunjukkan bahwa negara-negara yang bersangkutan perlu memperhitungkan langkah-langkah yang akan datang kalau tidak menginginkan mengalami kerutuhan permufakatan ini.
Setelah 12 tahun melakukan perundingan dan saat-saat tahap akhir yang menegangkan, permufakatan bersejarah tentang masalah nuklir Iran telah dicapai pada bulan Juli 2015. Permufakatan nuklir bersejarah Iran ini atau disebut sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) sehingga bisa menghapuskan semua sanksi ekonomi terhadap Iran untuk ditukar dengan Negara Republik Islam ini membatasi program nuklirnya yang kontroversial. Permufakatan JCPOA dianggap sebagai satu hasil paling sukses yang dicapai oleh Pemerintah pimpinan Presiden AS, Barack Obama. Tetapi sampai pada penerusnya, Presiden Donald Trump telah mencari semua cara untuk menyingkirkan semuanya.
Related








