VOV WorldVOV World
Tugas sulit yang dihadapi Perdana Menteri Inggris, Theresa May
13/12/2018 10:30
(VOVWORLD) - Menurut jadwal, Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, Kamis (13/12) melakukan pertemuan dengan Dewan Eropa untuk mengusahakan dukungan terhadap perubahan atas beberapa ketentuan dalam permufakatan sementara tentang Brexit. Pertemuan ini segera berlangsung setelah Kepala Kabinet Inggris itu memenangkan pemungutan suara tentang mosi tak percaya dari Partai Konservatif yang berkuasa. Hasil ini merupakan hal yang menyemangati PM wanita Inggris dalam menghadapi pertemuan yang penuh dengan kesulitan dengan Dewan Eropa untuk membahas masalah Brexit.
Tugas sulit yang dihadapi  Perdana Menteri Inggris, Theresa May
PM Inggris, Theresa May. (Foto: vnplus)  Pemungutan suara tentang mosi tak percaya tersebut dilakukan setelah PM Inggris, Theresa May memutuskan menunda pengesahan permufakatan Brexit di Majelis Rendah pada 11/12 ini seperti rencana semula, karena kemungkinan gagal sudah hampir pasti, ketika kira-kira 100 legislator (di antara 317 legislator) Partai Konservatif menegaskan akan memberikan suara kontra. Jumlah legislator yang menentangnya menganggap bahwa permufakatan sekarang ini akan membuat negara Inggris terus terikat  dengan Uni Eropa tanpa batas waktu dan tidak bisa bebas merundingkan permufakatan-permufakatan dagang dengan para mitra lain di luar Uni Eropa pasca Brexit.