VOV WorldVOV World
Vietnam bertindak bersama -sama untuk beradaptasi dengan perubahan iklim
05/12/2011 08:40
Konferensi tingkat tinggi ke-17 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim (Konferensi COP-17) telah dibuka pada awal pekan lalu di kota pantai Durban-Afrika Selatan dan terus memakan waktu sampai dengan pekan ini. Bersama dengan 15.000 rombongan dari 194 negara dan teritorial di dunia, delegasi peserta Vietnam dalam Konferensi COP-17 terus menegaskan tekad untuk bersama-sama bertindak untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.
       Konfrensi tingkat tinggi ke-17 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim  (Konferensi COP-17) telah dibuka pada awal pekan lalu di kota pantai Durban-Afrika Selatan dan terus memakan waktu sampai dengan pekan ini. Bersama dengan 15.000 rombongan dari 194 negara dan teritorial di dunia, delegasi peserta Vietnam dalam Konferensi COP-17 terus menegaskan tekad untuk bersama-sama bertindak untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Konfrensi ini juga merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk memperkenalkan, merekomendasikan kebijakannya yang bersangkutan dengan perubahan iklim, baik di tingkat bilateral maupun multilateral.            Para pendengar, Konferensi COP-17 kali ini berlangsung pada latar belakang perekonomian global sedang mengalami resesi. Semua negara, khususnya, negara-negara besar sedang harus berfokus pada masalah-masalah ekonominya, kontradiksi tentang kepentingan antara semua negara, kelompok negara maju dan sedang berkembang telah menimbulkan pengaruh mendalam terhadap perundingan di kota Durban. Dengan peranan dan posisinya sebagai satu anggota peserta Konvensi kerangka PBB tentang perubahan iklim, maupun dengan tanggung-jawab dari sebuah negara yang menderita pengaruh paling berat akibat perubahan iklim, Vietnam ikut serta pada Konferensi kali ini dengan semangat yang aktif, memberikan sumbangan pada masalah-masalah bersama. Vietnam telah membahas dan mengesahkan banyak masalah pokok dan langkah menghadapi perubahan iklim global, terus memanifestasikan suara dari kelompok negara sedang berkembang, memberikan sumbangan pandangan dalam menyusun dan menyempurnakan semua naskah yang bersangkutan dengan perubahan iklim global, sekaligus menegaskan arti penting Konvensi tentang perubahan iklim maupun Protokol Kyoto. Nguyen Khac Hieu, Wakil kepala Direktorat Meteorologi, Hydrografi dan Perubahan Iklim dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vietnam memberitahukan bahwa